Custom Search

Selasa, 03 Februari 2009

BERHARAP KAU KEMBALI

Rizki KP x1

“Duuh,,gag enak banged c ia disini” ucapku dalam hati. Mana anaknya gag enak-enak lagi” lanjutku. Dulu, sewaktu aku SMP kelas IX aku baru pindah les di salah satu tempat les ternama di Purwokerto, aku merasa sangat tidak nyaman. Karena aku menganggap anak-anaknya aneh-aneh.
Tetapi itu hanya awalnya saja, karena anak - anaknya mayoritas dari SMP 7. Tetapi saat itu, aku lebih senang untuk melihat dan memperhatikan 1 orang laki-laki tampan yang juga dari SMP 7. Kalau dilihat dari raut mukanya Dia sangat jutek, tetapi tidak tahu kenapa bagiku senang saja memperhatikan Dia. “Duuh gila, pengen kenalan deh, tapi gimana caranya y?? Masa ya aku yang mengajak kenalan terlebih dulu?? Hii gag banged deh,,” batinku dalam hati.
Akhirnya aku berusaha bertanya kepada salah seorang teman SD-Q yang juga bersekolah di SMP 7. Dia Fitri, berhubung aku dengan Fitri berteman sudah lama sekali, jadi aku bercerita sejujur - jujurnya kepada Dia. Karena aku sudah sangat percaya kepada Dia. Aku juga sering ke rumah Fitri demi mencari informasi tentang laki-laki tampan itu. “Upss, aku lupa, namanya Danang.” Nama yang bagus ya?? Setelah aku tahu namanya aku menjadi semakin mengenal dan lebih dekat dengannya. Tetapi aku belum kenal Danang. “Gimana ia??” pikirku. Aku sudah berusaha bertanya kepada Fitri No. HP nya Danang, tetapi Fitri tidak tahu. “Tita, Danang itu pelit banget, dia itu gax mau ngasih no HP-nya ke siapa-siapa”, begitu kata Fitri. Sampai suatu hari, sewaktu aku pulang dari les sambil berputar-putar bersama Yupin di perumahanku, saat itu aku hanya sedang iseng-iseng melewati Jalan Ketapang sambil mencari-cari info tentang Danang dan berharap menemukan dimana rumah Danang. Dan akhirnya secara tidak sengaja aku menengok ke kiri dan akhirnya aku melihat Danang sedang memasukkan motornya ke garasi rumahnya. “Yes,,hagh..hagh.. tambah deh infoku tentang dia”. Lalu sewaktu di tempat les aku mempunyai gank “AMBURADULZ” yang terdiri dari Aku, Tya, dan Dhiznin yang sama – sama latah dan kagetan. Kita latah selalu bersama – sama dan selalu berurutan. Sampai akhirnya kita ber-3 sangat sering dilatahin dan diledek oleh anak – anak laki – laki kelasku. termasuk Danang!! Sejak saat itu aku dan Dia agak lebih dekat. Dan waktu itu aku mendengar dari salah seorang temanku kalau Danang ingin mengetahui No. HP anak yang bernama Rizka yang bersekolah di sekolah yang sama denganku. Lalu di tempat les aku memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Danang. Aku bertanya sewaktu pulang les. Aku dan Dia jalan bersama di lorong Primagama. “Yuhu…… seneng deh” ucapku dalam hati. Tetapi setelah aku memberikan nomor HP Rizka, Danang justru biasa – biasa saja. Dan setelah kejadian di lorong tersebut Dia menjadi tahu namaku. Namun, aku yang terlalu sering mengucapkan kata “Q_SUD” akhirnya anak – anak kelasku memanggilku dengan panggilan tersebut. Tetapi tidak apa – apa untukku. Entah mengapa setelah kejadian beruntun tentang Danang tersebut, aku tahu satu info lagi tentang Dia. Dia suka berkumpul bersama teman – temannya di belakang sekolah SD 5 Teluk. Aku menjadi sering bertemu dengannya. Danang juga sering bercanda dan menggangguku dengan memanggilku Q_SUD. Kadang - kadang aku merasa kesal kepadanya (Tetapi hanya pura – pura saja).
Pada suatu hari saat pulang dari les turun hujan yang sangat deras. Aku merasa bingung sekali bagaimana cara untuk pulang. Namun kata Ibuku, Kakakku sudah menjemputku. Ya sudah, akhirnya aku menunggu kakakku. “Aduuh…. Lama banget sih” pikirku. Anak – anak yang ada pun hanya tinggal sedikit. Sudah sepi, tetapi yang membuat hatiku senang adalah karena masih ada Danang. Di dalam hatiku aku merasa sangat senang karena Dia menunggu dan menemaniku (namun, itu hanya harapanku saja). Tetapi buktinya setelah Danang melihat Kakakku sudah datang Dia juga ikut pulang. “Berarti aku gax salah kan?? He…” dalam hatiku.
Seiring waktu aku semakin sering bertemu dengannya dan semakin sering pula bercanda dengannya. Dan pada suatu hari, saat Diznin sedang bermain di rumahku, Danang dan teman - temannya lewat depan rumahku. “Yes,, akhirnya Danang tahu rumahku,,seneng deh..” ucapku pada Diznin. Ada satu hal penting lagi yang aku lupa. Saat itu Danang sudah mempunyai pacar. Namanya Arum. Dia juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Danang. Tetapi Arum baru kelas 7. aku bersama Dyah pernah melihat sendiri Danang jalan bersama Arum sepulang dari les. Hancur hatiku!!
“Namun, aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkannya sampi kapanpun dan apapun yang terjadi” janjiku pada diriku sendiri. “Masa cuma gara – gara Danang udah punya cewe truz aku nyerah.. ya gax mungkin lah!! Aku bakalan nunggu sampai kalian putus!!! Aku gax bakal nyerah dan gax akan pernah nyerah!!!” dalam hatiku.
Sampai suatu saat, ada nomor asing Missed Call aku terus menerus. Namun, aku hanya biasa – biasa saja. Karena itu sudah biasa. Apalagi saat itu aku sedang tidak mempunyai pulsa. Jadi aku membiarkan saja. Tetapi nomor itu sangat menggangguku. Ini no-nya 085291038880. Saat itu aku sedang bermain di rumah Tiwi. Dan nomor tersebut SMS aku. Akhirnya aku bercerita kepada Tiwi. Tiwi berkata “Udah Tita, biarin aja!”. Setelah itu Tiwi bercerita kalau Fitri mempunyai No. HP Danang. Senang hatiku rasanya. Dan kemudian aku langsung menelepon Fitri dan tanpa basa – basi aku langsung bertanya berapa No. HP-nya Danang. Tetapi Fitri yang berbalik Tanya kepadaku “Ada no. asing gax MC_in kamu, yang belakangnya 38880??”. Lalu aku memaksa Fitri untuk memberitahu berapa No. HP Danang. Dan akhirnya Fitri memberikan No. HP Danang 085291038880. Dan aku langsung menutup teleponnya. Lalu ketika aku akan memasukkan No nya ke HP ku, ternyata No. HP Danang sudah ada di kontak HP-ku. No-nya itu sama dengan No. Hp yang sering MC No. HPku. “Huphf..aku senang, itu berarti Danang sudah tahu Nomor HPku. Akhirnya aku pulang & langsung membeli pulsa dan aku langsung SMS Danang. Tetapi aku pura – pura tidak tahu kalau itu No.nya Danang. Danang juga pura – pura tidak tahu kalau itu No. HP ku. Danang mengaku kalau namanya DIABLO. Yang artinya SETAN!! Sampai akhirnya kita ber-2 merasa bosan karena berpura –pura terus menerus. Akhirnya ketahuan. Setelah itu kita semakin sering bercanda di tempat les. Dan Danang juga pernah menawarkan untuk mengantar aku berangkat les bersamanya. Namun aku pura – pura berkata “Sory ya!”. Setelah itu kita semakin dekat karena selalu SMS-an.
Sampai akhirnya aku mendengar kalau Danang sudah putus dari Arum. Aku langsung SMS Danang dan bilang “Apa bener kamu udah putus sama Arum??”. Lalu Danang menjawab “Iya.” Selama kita SMS-an, Danang sangat perhatian kepadaku. Sampai aku GR dan bertanya –tanya dalam hati apakah Dia suka kepadaku. Dan sampai saat itu juga aku selalu bercerita kepada Fitri tentang kemajuan hubunganku dengan Danang. Fitri juga sering memberi saran kepadaku. Tetapi tidak tahu mengapa aku merasa aneh dengan sikap Fitri kepadaku. Namun aku tetap positive thinking saja.
Sewaktu hari Minggu aku, Fitri, Tiwi dan Dyah jalan – jalan pagi. Saat itu juga aku bercerita kepada Fitri tentang Danang. Tetapi entah mengapa Dyah dan Tiwi tiba- tiba berkata “Lha Danang bae!!”. Namun aku dan Fitri hanya tersenyum saja.
Seiring berjalannya waktu, aku dan Danang semakin dekat. Aku dan Dia masih selalu SMS-an dan bertanya tentang hal yang lebih jauh lagi. Dan ketika kita bertanya tentang Bintang, ternyata kita bintangnya sama. Kita sama – sama Aquarius. Dia lahir tanggal 21 Januari 1993. dan aku 29 Januari 1994. “Yuhu…sama!”.
Dan ketika suatu hari di tempat les diadakan Try Out aku datang terlambat dan setelah aku sampai disana aku tidak menemukan Danang. Tak lama setelah itu Handphoneku berbunyi. Yaitu SMS dari Danang. Dia bertanya apakah aku sudah sampai di tempat les. Dan aku menjawab sudah. Dan seperti biasanya kita bercanda. Setelah itu Dia menawarkan akan menjemputku. Aku berkata tidak karena tidak merasa enak hati. Walau sebenarnya aku ingin.
Suatu malam aku SMS Danang. Namun Danang tidak membalas SMSku. Akhirnya aku marah. Tetapi berselang waktu 10 menit, ada SMS masuk dan ternyata itu dari Danang. Dia minta maaf karena tadi Dia tidak membalas SMSku karena pulsanya habis dan Dia juga berkata Dia rela beli pulsa demi membalas SMS dariku. Aku terharu.
2 bulan setelah itu aku tidak contact dengannya karena nomornya yang tidak bisa dihubungi. Aku bingung. Namun tiba – tiba ada SMS masuk dari 085291128200 dan ternyata itu dari Danang. Itu nomor barunya. Dan Dia juga minta maaf karena selama ini nomornya tidak bisa dihubungi. Dia juga bilang kalau aku adalah orang pertama yang Dia beritahu. Senangnya hatiku!!
“Kring…Kring…” telepon rumahku berbunyi. Dan aku langsung berlari dan mengangkat “Hallo” sapaku. “Ta, Aku sama Tiwi mau ke rumahmu sekarang!”. “Owh ia gax apa – apa, maen aja. Aku tunggu ia” ucapku. “Ya udah,, bubye!!” salam Dyah.
Tak lama kemudian Dyah dan Tiwi datang. Seperti biasa, kita hanya bercanda - canda saja. Tiba – tiba tiwi berkata “Tita, aku mau bilang sesuatu, tapi kamu jangan marah ya! Jangan marah sama aku dan orangnya ya!”. Lalu aku menjawab “ia, emank ada apa sih?? Aku jadi penasaran nih!!”. Lalu Tiwi bilang kalau selama ini Fitri juga suka sama Danang. “DEG!!!!”. Aku sangat kaget dan shock. Bayangkan saja, orang yang selama ini tempat aku cerita tentang Danang ternyata juga suka sama Dia. Apalagi Fitri sahabatku. Otomatis, air mataku tumpah ruah dan saat itu juga aku langsung SMS Fitri dan meminta Dia untuk datang ke rumahku. Setelah 5 menit Fitri datang dan aku langsung berlari dan memeluknya. Aku juga benar – benar bingung harus bagaimana. Aku harus marah atau malah atau merasa tidak enak kepada Fitri. “Duuh……. Aku bingung banged!!”. Dan kita akhirnya sepakat untuk berbicara langsung kepada Danang dan juga sepakat untuk menerima apapun keputusannya. Setelah Fitri pulang, aku langsung SMS Danang dan berusaha bicara sebaik – baiknya tentang masalah ini. Aku bercerita jujur sekali kepadanya. Tentang semuanya. Dan inti dari itu semua. Aku berkata kalau selama ini Aku dan Fitri sama – sama cinta kepadanya. Aku hanya berkata demikian. Akan tetapi, Danang beranggapan lain. Dia memahaminya kalau aku menyatakan cinta kepadanya dan berharap aku meminta jawaban darinya. Padahal sebenarnya aku hanya bermaksud untuk bilang tentang masalahku dan Fitri kepadanya. Karena aku tidak ingin ada pertengkaran di antara kami. Tetapi, karena sudah terlanjur dan Danang juga berjanji akan memberi jawaban esok harinya atau tepatnya hari Selasa. Akhirnya aku bersabar. Walaupun aku sangat bingung, namun aku berusaha tetap sabar. Aku sangat bingung karena sebenarnya maksudku bukan demikian. Tetapi jujur, sebenarnya aku juga merasa penasaran dengan apa jawaban dari Danang.
Malam harinya, Danang SMS aku seperti biasanya. Lalu Dia menanyakan apakah aku sudah ingin tahu jawabannya. Dan aku menjawab “Ia, aku mau tau jawabannya. Apa dong??”. Sebenarnya aku heran kepada diriku sendiri. Mengapa aku menjadi seperti ini. Dan Danang menjawab “He,,, besok aja iah. Biar kamu penasaran!!”. Hari Selasa tiba. Aku sangat cemas menunggu jawaban darinya. Saat itu jam pulang sekolah atau sekitar pukul 13.00 WIB. Aku hanya MC Danang. Lalu Danang menelponku dan berkata “Hey, udah pulang sekolah belum?? Udah sampai rumah??”. Dan aku menjawab belum. Lalu Danang berkata kalau jawabannya nanti sore saja kalau aku sudah sampai di rumah. Dan saat pukul 15.00 WIB Danang kembali SMS dan menanyakan kembali apakah aku sudah sampai di rumah. Dan aku menjawab “Ia, udah kok.” Setelah itu, bukannya Dia memberitahu jawabannya, Dia berjanji kalau jawabannya nanti saja setelah Dia selesai latihan band. “Huphf,,,” dan akhirnya aku mencoba tetap bersabar. Padahal Dia tahu kalau aku adalah tipe orang yang sangat tidak bisa menunggu dan paling tidak suka kalau dibuat penasaran. Tetapi sepertinya Danang justru sengaja membuat aku seperti ini. Dan akhirnya saat yang ditunggu itu pun datang. Danang meneleponku dan berkata “Ia,, kita sekarang jadian!!”. Dalam hatiku bersorak gembira dan ingin berteriak sekencang – kencangnya, namun aku tetap bertahan dengan sikap tenang karena aku ingat ini masih di telepon. Dan setelah telepon ditutup, aku memberitahukan kabar yang bagiku sangat membuatku gembira kepada semua orang. Aku SMS semua sahabat – sahabatku. Merekapun turut senang dan mendo’akan aku agar hubunganku dengan Danang dapat bertahan lama. Namun, aku tidak bisa bahagia begitu saja karena aku teringat Fitri. Lalu dengan perasaan senang namun juga sedih dan bingung aku memberitahukannya kepada Fitri. Dan Fitri berkata “Ia udah Ka, Aku gax apa – apa. Santai aja.” Aku merasa sedikit lebih lega walaupun aku mengerti kalau Fitri hanya berusaha tegar di hadapanku. Setelah itu Dyah dan Tiwi datang ke rumahku dan mengucapkan selamat. Namun setelah itu, aku merasa mereka memojokkan aku dengan berkata “Kayaknya kasian Fitri ya?? Pasti rasanya sakit banget!”. Aku menjadi semakin bingung. Tetapi aku merasa agak kesal kepada dua sahabatku ini. Namun, aku berusaha sabar.
Setelah mereka pulang, aku dan Danang SMSan. Kita sepakat untuk memanggil satu sama lain dengan panggilan khusus. Aku meminta memanggil Dia dengan panggilan Kaka. Dan Danang juga memanggilku dengan panggilan Dede. Kita semakin lebih dekat. Dan aku merasa sangat bahagia. Namun setelah itu aku merasa kaget dan sakit ketika mendengar kalau sebenarnya saat ini Danang sedang PDKT kepada seorang teman lesku yang juga teman satu sekolahan dengannya. Aku kaget, namun aku akan menanyakan hal ini langsung kepadanya karena aku ingin mendengar jawaban dan pernyataan langsung darinya. Aku berusaha menanyakannya dengan halus dan sabar. Dan Kaka bilang Dia dahulu memang sedang PDKT kepada Viny. “Tapi sekarang udah engga kok De. Hayo, Dede cemburu ia??” jawabnya. Akhirnya masalah itu kami anggap sudah selesai karena kita berjanji untuk saling percaya satu sama lain. Hari itu berakhir sudah dengan ucapan yang membuat hatiku merasa sangat bahagia.
Keesokan harinya kita kembali saling contact. Dan setelah sampai di sekolah semua sahabat – sahabatku menyambutku dengan bahagia. Mereka turut bahagia atas hal itu. Kita semua bahagia di sekolah. Dan setelah itu kabar tentang jadiannnya aku dan Danang dengan cepat menyebar luas di SMP 7 yang anak – anaknya banyak les di Primagama. Aku merasa heran mengapa secepat itu beritanya beredar dan dari siapa sumbernya. Tetapi ya sudahlah, bukannya itu bagus. Agar Novi dan kawan – kawannya yang memang musuhku tau akan hal itu. Karena sore harinya kita les, aku merasa sangat deg – degan dan bingung. Namun, sahabat – sahabatku selalu men-supportku. Akhirnya aku berani. Sebenarnya malam harinya Danang mengajakku untuk berangkat les bersamanya. Namun, karena aku sadar kalau dari rumahnya ke sekolahku itu lumayan jauh, akhirnya aku menolaknya. Walau sebenarnya aku sangat ingin. Tetapi ya sudahlah.
Saat di tempat les, kita bersikap biasa agar tidak terlalu kelihatan bahwa kita pacaran. Namun semua itu sia – sia karena semua teman di tempat les sudah mengetahui hal itu. Aku dengan Dia duduk depan belakangan. Aku tidak tahu kenapa bisa begitu. Takdir atau memang di sengaja oleh sahabat – sahabatku. Hal yang paling aku tidak sukai adalah ketika Novi dan kawan – kawannya membicarakan hubungan kita. Namun sahabat – sahabatku yang baik selalu membela dan berusaha menenangkan aku dan Danang. Les berakhir dan kami pulang ke rumah masing – masing. Dan saat istirahat les aku bertemu dengan Laras, Viny, dan Pita. Mereka yang juga dari SMP 7 mengucapkan selamat. Dan aku juga mengajak Viny bercanda tentang dahulu kabar kedekatan mereka. Dan Viny berkata “Sory ia aku suka sama Danang. Gax banget deh!!”
Malam harinya aku dan Kaka membicarakan tentang kelanjutan hubungan kita. Kaka juga berkata hal yang membuatku sangat sedih. Bukan Kaka menyakitiku, Tetapi karena Kaka akan pindah ke Yogyakarta.. Aku sangat sedih mendengarnya. Dan saat itupun aku menangis kembali. Aku tidak ingin berpisah dengannya. Bayangkan saja, baru 1 hari pacaran aku sudah diberitahu dan dibayangi kalau Kaka akan meninggalkan diriku. Walau aku tahu kalau itu bukan keinginannya. Aku menangis, dan sepertinya Kaka mengetahui kalau aku menangis. Lalu Kaka menelponku. Dengan suara yang tersedu – sedu karena sehabis menangis aku mengangkat teleponnya. Dan di telepon Kaka menghiburku dan berkata kalau aku tidak boleh sedih. Aku mencoba tidak menangis kembali di depannya. Hari berlalu dengan perasaan sedih karena hal itu. Aku tidak bisa tidur karena tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau benar – benar Kaka akan meninggalkan aku. Aku berkeinginan akan membeli sepasang kalung hati yang bisa dibagi 2 dan aku berusaha mengumpukan uang walau setiap hari di sekolah aku tidak bisa jajan.
Ketika berangkat sekolah aku bertemu dengan Kaka dan kita hanya bisa sama – sama tersenyum karena sudah siang. Setelah sampai di sekolah aku tidak bisa menahan air mata dan cerita, masalahku dengan Danang saat ini. Sahabat dan teman – teman kelasku menghiburku dan mereka memberi semangat kepadaku. Saat itu aku merasa beruntung mempunyai Danang dan mereka semuanya.
Ketika malam hari aku dan Kaka tidak terlalu banyak berhubungan karena Kaka bilang Dia sedang ada masalah. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak mengganggunya dan tidak memaksa agar Dia bercerita kepadaku.
Hari berganti. Ini adalah hari ke-4 kita berpacaran. Sampai hari ini aku masih membiarkan Danang untuk berpikir dan menyelesaikan masalahnya. Namun, entah mengapa aku tanpa sadar telah berbuat kesalahan dengan memaksa agar Kaka bercerita kepadaku. Padahal tadi malam aku sudah berjanji. Dan hal yang paling buruk terjadi. Danang marah kepadaku dan menawarkan sesuatu yang sangat aku tidak harapkan. Yaitu tawaran tentang berakhirnya hubungan kita. “Huphf….aku capek!!” Tetapi ya sudahlah mungkin ini yang terbaik. Walau sebenarnya aku sangat – sangat tidak mengharapkan ini terjadi. Danang juga meyakinkanku kalau ini adalah yang terbaik untuk kita ber-2 karena Danang tidak ingin menyakikitiku. Spontan, kata – kata kasar terucap dariku padanya. Aku sadar ini tidak benar. Danang tetap sabar walau Dia aku caci maki, aku marah – marah, dan aku ucapkan kata – kata yang kurang sopan. Setelah telepon di tutup, aku menangis sejadi – jadinya di rumah saat itu juga. Sampai akhirnya orang – orang di rumahku heran dan bertanya – tanya apa yang sedang terjadi pada diriku saat ini.
Dan sudahlah. Aku berusaha tegar. Lalu aku mengabarkan berita ini kepada semua sahabat - sahabatku dan mereka turut prihatin dan sedih.
Keesokan harinya aku sampai di sekolah dan aku menyambut teman – temanku dengan isak tangis. Sebenarnya teman – temanku benci dan ingin memarahi Danang karena mereka menganggap Dia telah menyakitiku karena aku tahu kalau mereka saying padaku. Mereka sampai heran dan iri padaku karena sewaktu aku jadian aku terlihat sangat senang, gembira, dan bahagia. Namun, ketika putus mereka melihatku seperti tidak mempunyai semangat hidup lagi. Mereka juga menginginkan untuk bertemu langsung dengan Danang namun aku mencegah mereka dan berkata kalau akan sia – sia hal yang akan mereka lakukan.
Berita putusnya kami pun dengan cepat menyebar di tempat kami les. Novi dan teman – temannya yang musuhku terlihat tertawa gembira mendengar putusnya aku dengan Danang. Aku mencoba tetap sabar walau hatiku sangat sakit.
Akhirnya saat itu aku bertekad akan melupakannya dan membuka hatiku kepada orang lain. Namun aku tidak bisa karena aku sangat menyayanginya.
Hingga suatu hari. Kurang lebih setelah seminggu Kami putus, aku mendengar kabar kalau Danang sudah pacaran dengan Viny. Yaitu orang yang dahulu memang sedang Danang PDKTin. Dan aku masih teringat apa ucapan Viny yang membuat aku ilfil. Yaitu “Sory ia aku suka sama Danang. Gax banget deh!!”
“Huphf… coba aja Danang tau apa yang udah Viny katakan kepadaku saat itu.” Pikirku. Aku nangis lagi. Namun, apalah dayaku. Saat ini aku bukan siapa – siapa lagi bagi Danang.
Setelah 8 bulan berlalu, aku masih selalu setia dan menunggu Danang dan berharap Dia akan sadar kalau aku sangat mencintainya. 8 bulan terlewati tanpa hambatan selama Danang & Viny berpacaran. Aku juga berpikir 8 bulan versus 4 hari. Menurutku itu sangat mustahil. Namun itu kenyataannya Chika. Aku harus berusaha menerima kenyataan.
Tiba - tiba tanpa ada angin dan hujan Danang SMS aku dan memberi tahu kalau Dia sudah putus dari Viny. Sebenarnya aku kaget dan tidak berharap itu semua terjadi. Tetapi aku agak senang. Namun aku tidak boleh begitu. Aku harus tetap men-supportnya. Setelah beberapa hari dari kabar itu, Danang memberitahu kalau mereka sudah balikan lagi. Aku senang namun aku sedih. Aku tidak bisa membohongi perasaanku kalau aku masih sangat mengharapkannya. Aku kembali menangis.
Setelah masuk SMA, aku berharap aku dapat melupakan Danand & semua kenangan tentangnya dan berusaha membuka hatiku untuk orang lain. Namun, hal yang tidak aku sangka dan tidak aku harapkan, aku bertemu dengan orang yang mirip dengannya. Tanpa sadar dan disengaja kita dekat. Namun kita tidak bisa berhubungan lebih dari kakak adik karena Dia yang sudah mempunyai pacar. Aku kembali menangis.
Akhirnya aku bertekad untuk melupakan semua tentang mereka dan menutup semua kenangan tentang mereka. Namun aku akan tetap sayang pada Danang sampai kapanpun walau aku tidak bisa memilikinya.
S.E.M.A.N.G.A.T Tita!!!

Dan inilah puisi – puisiku untuk mereka.
Sepi,,
Hatiku sepi
Hatiku hampa dan sepi
Tanpamu di sisiku.

Gundah
Hatiku gundah bila tak bersamamu
Hatiku gundah bila tak didekatmu

Mengapa semua ini terjadi??
Apa arti semua ini??
Mengapa ini semua harus terjadi padaku??

Bila mata ini melihatmu
Seolah mata ini tersenyum bahagia
Bila aku melihat senyummu
Hati inipun tertawa merasakannya




























Kemarin aku mencintaimu
Hari inipun aku masih mencintaimu
Dan besok aku berharap aku masih mencintaimu
Dan samapai kapanpun akau akan tetap mencintaimu
Dan tidak akan ada satu orangpun yang mampu menggantikan posisimu di hatiku

Aku tau kalau aku tak mungkin bisa memilikimu
Tetapi, aku akan menunggumu sampai suatu hari nanti aku meninggalkan dunia ini
Aku akan tetap menjaga hatiku hanya untukmu








CINTAKU PADAMU
AKAN SELALU ADA
AKU BENCI, TAPI AKU SAYANG
AKU TAK TAU APA YANG ADA DI PIKIRANMU
AKU TAU DAN SADAR APA YANG SUDAH AKU LAKUKAN
AKU TAU APA YANG SUDAH TERJADI PADAKU
HINGGA AKU TAK TAU AKAN BAGAIMANA HIDUPKU SELANJUTNYA TANPA KEHADIRANMU

MUNGKIN AKU BODOH, TOLOL KARENA AKU SUDAH DIPERDAYA
DIPERDAYA OLEH CINTAMU
CINTAMU YANG MEMBUAT HATIKU BAGAI TERTUSUK OLEH RATUSAN JUTA BANYAK JARUM

HARUS BAGAIMANA AGAR KAU BISA KEMBALI PADAKU
BISA BERCANDA SEPERTI DAHULU BERSAMAKU

AKU MERASA HAMPA
AKU MERASA SENDIRI
DAN AKU MERASA TAK BERGUNA

AKU MERASAKAN SEMUA ITU SAAT KAU TELAH PERGI MENINGGALKANKU
DENGAN BERBAGAI ALASANMU UNTUK TINGGALKAN AKU

Huphf..
CINTA INI
HANYA CINTAMU YANG BISA MEMBUATKU BEGINI
HANYA DIRIMU YANG BISA MEMBUAT DIRIKU HANCUR & TERLUKA
HANYA KENANGANMU YANG BISA MEMBUATKU KEMBALI MENANGIS

AKU TAU AKU TERSAKITI
NAMUN ENTAH MENGAPA
BERIBU MAAF BISA UNTUKMU
HINGGA AKHIRNYA ENGKAU SUDAH MENDAPATKAN PENGGANTI DIRIKU

AKU TAU, MUNGKIN DYA TAK LEBIH BAIK DARIKU DI MATA ORANG LAIN
AKU TAU, MUNGKIN DYA TAK LEBIH PINTAR DARIKU DI MATA ORANG LAIN
AKU TAU, MUNGKIN DYA TAK LEBIH SEMPURNA DARIKU DI MATA ORANG LAIN
TAPI DI MATAMU DIA ADALAH SEGALA – GALANYA
DAN SETIAP KALI ORANG LAIN BERKATA TENTANG ITU SEMUA, AKU SELALU MENGANGGAP MEREKA BOHONG

AKU SADAR AKU MEMANG GAG ADA APA – APANYA DIBANDING DIA
NAMUN, BUATMU CINTA,
AKU BERUSAHA TEGAR
WALAU AKU HARUS MEMBOHONGI DIRIKU DENGAN MEMBIARKAN DIRIMU BERSAMANYA
AKU JUGA AKAN BERTAHAN, TAPI AKU BAHAGIA JIKA KAU BAHAGIA
MESKI KAU BERBAHAGIA BERSAMA DIRINYA, BUKAN DIRIKU.

TETAPLAH SEMANAGAT CINTAKU PADAMU!!!!!





--------------------------------------------------------------------------------
Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

MUSIK DAN CINTA OLEH Yopi X-1

Suatu hari ada seorang remaja yang bernama Ryan. Ia hidup bersama ibu dan satu kakanya. Ayahnya tlah tiada sejak ia kecil. Mereka hidup sederhana. Ibunya seorang guru dan kakanya seorang mahasiswa. Sekarang Ryan menginjak kelas satu SMA, tepatnya SMA N 5 Jakarta. Setiap hari ia selalu membantu orang tuanya dan mengaji. Ryan sangat aktif dalam organisasi. Dia juga jago sekali bermain alat musik gitar, bernyanyi, dan mempunyai grup band. Alfa adalah nama bandnya. Saat ulang tahun SMA N 5 Jakarta, ia ditugaskan oleh ketua OSIS untuk menempelkan poster pemberitahuan lomba Mapel. Ketika itu juga, ia tak sengaja menabrak seorang perempuan.
”Duh sori gua ga sengaja.”
”Eh jalan pake mata dunk.”
Dengan emosinya si perempuan menjawab dan mereka saling memandang. Tidak tahunya si perempuan itu teman SMP Ryan dulu. Sebut saja Rafinda seorang anak konglomerat. Dulu mereka sempet pernah saling suka.
”Eh Finda, sori ya aku ga sengaja, sekarang kamu dimana”.
”Mmm... ku didepanmu lah,ga liat pa?he..he.. becanda, aku di SMA 2 Jakarta?klo kamu dimana?”
”Ku di SMA 5 Jakarta.”
Ryan dan Finda mengobrol dengan ramahnya.
Meraka asyik sekali ngobrol-ngobrol, sampai-sampai mereka tidak sadar hari sudah menjelang sore. Tiba-tiba mobil jaguar ungu lewat. Ryan pun bergegas pergi. Ia malu,kalau dia ngobrol dengan oarang konglomerat seperti Finda.

Malam harinya, Ryan mencoba menelpon nomor Finda yang dulu. Kebetulan sekali nomor itu masih aktif. Tapi Ryan sangat gugup.
”Tut...tut......tut.....”
”Halo asalamua’laikum,ni siapa ya?”
”Iiiini aku Ryan.”
”Oow Ryan, ada apa yan. Tumben nih telpon aku. Kirain dah lupa sama aku.”
Hari demi hari telah terlewati, setiap malam Ryan berkomunikasi lewat telepon dengan Finda. Sampai-sampai mereka janjian disebuah cafe. Ryanpun harus berpakaian rapi dan banyak mengeluarkan uang. Saat di cafe mereka keliatan begitu mesra. Tiba-tiba seutas kata dari Ryan terucap.
”Finda, jujur...aku masih sayang sama kamu. Tapi ku malu sama kamu, karena ku hanya anak seorang guru dan ayahku tlah tiada.”
”Ryan, kamu jangan minder gitu. Tetep semangat buat menggapai apa yang kamu pengin. Jujur, aku juga masih sayang sama kamu. Aku pengin, kita bersama lagi.apa kamu mau?”
Hati Ryan dag dig dug. Ia tidak sanggup berbicara satu katapun. Dia hanya menundukan kepala, yang artinya dia mau. Akhirnya meraka bersama lagi.

Setiap hari Finda selalu mengantar dan menjemput Ryan ke sekolah. Sampai-sampai Ryan di ejek oleh Roy, teman sekelasnya yang anak konglomerat dan paling tidak senang dengan Ryan.
”Wuez...wuez...wuez..., mobil baru nich..., biasanya naik motor sekarang naik jaguar. Enak ga, ada Acnya?wk..wk..wk..”
Tiba-tiba ada seorang perempuan yang membela Ryan. Sebut saja Tian. Tian adalah teman Ryan dan penyanyi yang sudah terkenal sekali.
”Heh Roy, loe jangan gitu ke Ryan. Walaupun dia sederhana, tapi hati dia ga busuk. Ga kaya kamu.”
”Heh loe Tian, kenapa loe bela Ryan, masih cakepan gua dan kaya gua kan? Ga ada yang bisa nandingin dan ngehalangin gua.”
”Pokonya gua ga peduli, klo loe berani lagi ngejek Ryan dan ngejailin dia, gua ga segan-segan buat lapor ke guru BK.”
”Ah.. masa bodo, gua ga peduli. Loe jangan ngatur-ngatur gua ya, loe bukan sapa-sapa gua.”
Tiba-tiba bel bebunyi dan meraka akhirnya bubar. Sekitar jam 13.30 WIB bel tanda akhir sekolah hari ini berbunyi. Tian dan Ryanpun menuju ke pintu gerbang bersama-sama.
”Yan, loe kan punya grup band. Kenapa loe sama grup band loe ga buat album aja. Lumayan, misal lagu loe bagus, sapa tau ada orang yang minat buat jadiin grup band loe terkenal.”
”Bener juga ya, ya udah lah ntar gua sama grup band gua pertimbangin.”
Kurang dari 15 menit Finda menjemput Ryan dengan mobilnya.
”Tin..tin..tin..”
Ryan pun menuju ke mobil itu dan berpamitan dengan Tian. Hebohlah teman-teman. Mereka bertanya-tanya kenapa dia bisa pulang dengan mobil jaguar ungu. Malam harinya Ryan dan teman grup bandnya berkumpul. Tak lupa Ryan mengusulkan ide Tian itu.
”Eh bro, gimana klo kita bikin album gitu. Sapa tau aja kita bisa terkenal.”
”Wah...ide keren loe, dapet dari mana loe yan.”
”Tadi pas pulang skul Tian ngomong gitu ke gua.”
”Tian penyanyi terkenal itu. Wuez, dekat juga loe” Sela Adi (gitaris bandnya).
Mereka berunding sangat lama, dan akhirnya mereka mumutuskan untuk memubuat lagu yang akan dialbumkan. Tentu saja mereka harus berpikir lebih banyak. Selain pealajaran disekolahnya, mereka juga harus memkirkan masa depan band mereka.

Bulan demi bulan berlalu, hubungan Ryan dan Finda semakin mesra. Akhirnya bandnya Ryan telah selesai untuk membuat lagu. Suatu hari ada seleksi untuk manggung bareng D’massive. Band papan atas Iindonesia. Grup band Ryanpun menggarap lagu buatannya. Saat pengumuman seleksi, hati Ryan dan teman grup bandnya dag dig dug.
”Pemenang untuk manggung bareng D’massive adalah.....Alfa band”
” Hore....hore...” Dengan senangnya mereka.
Tiga hari setelah itu, band mereka tampil dengan D’massive dan membawakan lagu mereka. Setelah acara usai, tiba-tiba ada seseorang memakai jas hitam dan menghampiri Ryan dan teman grup bandnya.
”Kenal kan, saya producer Musik For U. Saya sudah liat penampilan dan lagu-lagu yang kalian buat. Menurt saya perfomen kalian sangatlah bagus, oleh karena itu saya bermaksud untuk mengajak kalian rekaman dan insaya Allah bisa launching.”
Dengan bengongnya dan senang mereka hanya bisa menundukan kepala.

Matahari telah terbit kembali, Ryanpun harus berangkat sekolah. Tak lupa Vinda kerumah Ryan. Sesampai dirumahnya dia hanya bisa menunggu didepan rumah. Karena Ryan belum cerita dengan orangtuanya, begitu juga dengan Vinda.
”Ryan, itu siapa. Kok hampir tiap hari dia kesini.”
”Mah ku berangkat dulu ya.. Asalamu’alaikum.”
Ibu Ryan bertanya, namun Ryan tak menjawabnya dan langsung berangkat.
”Mah, maaf ya, Ryan belum bisa cerita sekarang.” Ryan mengatakan di dalam hati.
Saat perjalanan kesekolah, Ryan menceritakan kejadian kemarin kepada Vinda. Vinda pun sangat mendukung. Namun Ryan binggung akan dua hal. Pertama dia belum cerita tentang Vinda, kedua dia juga belum cerita tentang Bandnya itu. Ryan tahu, kalau ibunya itu tak mendukung sama sekali kalau Ryan menjadi anak band. Ibu Ryan ingin anak-anaknya sukses bukan karena populer, namun karena akal dan pikiran. Sampailah Ryan disekolah. Namun seperti biasa, Roy tidak bosan-bosan mengejek Ryan. Hati Ryan semakin panas, dengan tidak terkontrolnya dia memukul Roy. Perkelahianpun dimulai. Tapi datanglah Tian bersama guru BK. Ryan dan Roy dibawa ke ruang BK. Disana mereka dimarahi oleh guru, sampai bel akhir sekolah berbunyi. Untung saja guru BK sudah tahu kalau Ryan tidak seperti itu.
Seperti biasa Vinda sudah siap untuk menjemputnya. Hari ini dia akan mengenalkan Ryan ke orang tua Vinda.
”Yan, kenapa muka kamu agak bengkak. Jawab jujur.”
”Gini Vinda, aku abis berantem sama Roy. Dia slalu ngejekein aku. Saat itu emosi aku tak terkontrol. Aku engga sengaja mukul dia. Terus kita berantem dan dilerai sama guru BK.”
”Emang kamu diejek apa sama dia.”
”Aku diejek pacaran sama kamu. Karena kamu anak orang kaya.”
”Ryan, lain kali kamu pikirin sebelum kamu bertindak. Siapapun yang mengejek kamu, kamu engga boleh emosi. Aku sayang sama kamu dan kamu jangan ngerasa minder bersama aku. Yang penting kita saling menyayangi.”
Vinda menanyakan ke Ryan kenapa muka dia sedikit bengkak.
Sekitar 20 menit, mereka sampai dirumah Vinda. Tak lupa Vinda mengenalkan Ryan. Namun dirumah Vinda hanya ayahnya saja yang sedang dirumah. Kakanya sedang kuliah dan Ibunya sedang bekerja.
”Papah....kenalin ni cowo yang aku sering ceritain. Namanya Ryan.”
”Ryan om” dengan ramah Ryan memperkenalkan dirinya
”Ayahnya Vinda” beliaupun ramah menjawabnya.
”Om, keliyatannya lagi sibuk nih. Saya ganggu engga om.”
”Engga apa-apa ko. Ini laptop om kena virus.”
”Oh kena virus om. Boleh saya bantu engga? Kebetulan saya pernah kursus di tekhnik komputer.”
”Bener pah, dia SMP dah kursus komputer lho.” Sela Vinda
”Oh, ya sudah, sini bantu om.”
Dengan keahlian Ryan, dia pun mengotak-atik lapto ayah Vinda dan berhasil menghilangkan virusnya. Selang 30 menit Ryan berpamitan untuk pulang. Saat itu juga Ibunya Vinda pulang, namun oleh-oleh yang banyak. Tanpa disuruh Ryan menolong barang bawaan ibunya Vinda.
”Sini tante saya bawakan.”
”Oh terimakasih mas.”
”Mah, kenalin dia Ryan. Cowo yang aku sering ceritain itu lhow?” Sela Vinda lagi.
”oh... ni Ryan. Sini masuk.”
”Maaf tante Ryan mau pulang.”
”Ya udah ati-ati ya?”
Sesampai dirumah Ryan, Hpnya berbunyi, tanda ada telpon. Dia mengangkat telpon itu.
”Halo Asalamua’laikum” Ryan memberi salam.
”Apa ini benar Ryan vocalis band Alfa”
”Iya benar, ini siapa?”
”Ini saya Poducer Musik For u itu.”
”Oh iya bapak, ada apa ya pa?”
”Gini, entar malam kalian ke studio saya. Kita akan rekaman malam ini juga saya tunggu jam 7 malam ya?”

Ryan menelpon ke semua teman grup bandnya untuk kumpul. Pada saat jam 7 juga ia berangkat. Namun Ryan beralasan ke ibunya, kalau dia akan kerja kelompok.

Waktu sudah berlalu sangat lama. Bandnya pun sudah menjadi terkenal. Bukannya masalah sudah terselesaikan, namun masalah di kehidupan Ryan semakin banyak. Pertama ibunya dibawa kerumah sakit karena beliau sakit dan selama ini Ryan berbohong ke ibunya, kedua hubungan Vinda dan Ryan telah berhenti karena salah paham antara Ryan dan Tian, dan ke tiga semakin banyaknya isu yang tidak benar akan grup bandnya. Ryan dan teman grup bandnya sangat setres. Sampai pada suatu malam, Ryan memimpikan ayahnya.
”Ryan, kau jangan menyerah. Ini semua cobaan hidup kamu. Teruslah bertahan dan maju.”
Saat itu juga Ryan berusaha menyelesaikan masalah-masalah itu. Pertama dia harus ke Ibunya.
”Mah, maafin Ryan ya. Selama ini Ryan engga pernah jujur ke mamah tentang band dan Vinda cewe Ryan dulu.”
”Iya nak, engga apa-apa. Maafin mamah juga ya, selama ini mamah buat Ryan tertekan. Mulai saat ini mamah akan ngijinin Ryan buat berapresiasi dalam seni. Terus maju ya nak. Mamah semakin hari sudah semakin tua, mamah pengin kamu bahagia. Kamu juga jangan lupa mikirin pelajaran.”
”Iya mah, Ryan juga engga akan lupa akan pelajaran. Ryan janji cita-cita yang mamah pengin akan terwujud.”

Air mata mereka saling keluar. Betapa tidak sedihnya Ryan. Ayahnya tlah tiada saat sakit juga. Dia berpikir kalau ibunya juga akan sama seperti ayahnya. Dia slalu memikirkan ibunya dan Vinda. Ketika itu juga dia meluapkan emosi kesedihannya dengan membuat beberpa lagu. Teman grup bandnya dengan bantuan menejer bandnya mengalansemen lagu itu tak disangka album ke-2nya melunjak tinggi. Penjualan album ke-2 itu lebih banyak dari pada album ke-1.

Suatu malam, ada jadwal manggung di Bandung. Acara itu merupakan acara manggung dan wawancara band mereka. Penampilan mereka sangat bagus, sampai menggugah seni di Bandung. Saat wawancara, Ryan mengungkapkan kenapa dia membuat lagu seperti itu dengan cepat.
”Buat Alfa lover’s, kita ucapin makasih banget. Karena kalian bisa dukung kita ini. Kenapa kita bikin lagu ini dengan cepat, karena saat ini gua banyak sekali masalah. Masalah-masalah itu, gua luapin ke lagu-lagu ini.”

Tepat tanggal 7 Desember Rafinda Ulang tahun. Tahun 2010 ini dia berumur 17 tahun. Oleh karena itu Vinda merayakan sangat meriah. Ryan bingung, karena dia tak diundang. Mungkin karena Vinda masih marah dengannya. Namun Ryan berusaha keras untuk datang ke acara itu. Dengan bantuan orangtua Vinda, dia boleh datang, namun bukan sebagai tamu, tapi sebagai pengisi acara. Pukul 19.00 WIB acara itu dimulai. Begitu juga penampilan Ryan dimulai.
”Selamat malam para hadirin. Disini gua akan nyanyikan sebuah lagu. Lagu ini gua persembahin buat orang yang gua SAYANGI dan CINTAI.”
Dengan PD dan mengeluarkan sedikit air mata dia menampilkan yang terbaik. Para tamu, keluarga Vinda, dan Vinda pun terpesona. Bagaimana tidak terpesona, Ryan adalah vocalis band Alfa yang sudah terkenal, dan menyanyikannya dengan sepenuh hati. Disaat ulang tahun ke-17nya Vinda, Ryan mengungkapkan rasanya kepada Vinda.
”Vinda, AKU MASIH SAYANG DAN CINTA SAMA KAMU” Ryan teriak sekera-kerasnya.
Vinda terharu akan lagu yang dibawakannya dan pengorbanan Ryan.
Dengan tegas dia menjawab.
”Iya, aku juga SAYANG kamu Ryan.”

Akhirnya Vinda dan Ryan kembali lagi. Kondisi Ibunya Ryan juga sudah stabil. Beliau sudah sembuh total. Masalah-masaalh itu kini telah terselesaikan. Ryan dan Vinda direstui untuk saling mencintai oleh Ibu Ryan dan orang tua Vinda. Sampai saat ini, mereka sangat senang. Sungguh besar sekali pengorbanan Ryan. Tak lupa dia mengucapkan terimakasih kepada Ayahnya dan Tian.

CINTA TAK KEMANA

OLEH: Agung X-1

Cinta Tak Kemana….
Kisah ini berawal pada saat Dimas berumur 18 tahun. Dimas baru saja menginjak kelas 3 SMA semester 2 siswa SMA 5 Jakarta yang tergolong sekolah vaforit. pada pagi yang cerah dimas berangkat sekolah seperti biasanya, namun saat hampir sampai ke sekolah tiba tiba mibil yang di tumpanginya macet"gimanaya kalau sampe macet, bisa bisa aku telat lagi" ia terpaksa berjalan kaki untuk sampai ke sekolah. Ia pun khawatir, takut kalau telat sebab dia biasa merangkat lebih awal dari teman temannya. Ia berlari terburu - buru karena bel masuk sekolah sudah berbunyi "aduh,.." sahutnya karena menabrak seorang gadis yang tak di kenal, gadis itu sangat cantik, kulitnya putih dan halus, dalam benak Dimas yang jatuh hati kepadanya. "sorri tak sengaja, aku pikir tak ada orang" sahutnya. Karena waktu itu sedang terburu - buru maka Dimas tak menanyakan nama gadis itu.
Pada saat Dimas masuk kelas, "ntar ada anak pindahan dari SMA lain loch" kata Andi salah seorang temanya. Hal itu terbukti, pak Satimin guru ekonomi mendampingi seorang gadis yang tak dikenal." Bukankah gadis itu yang tadi aku tabrak" kata Dimas dalam hati. Pak Satimin memperkenalkan gadis itu, "perhatikan anak anak, kita kedatangan anak baru yang berasal dari SMA 25 jakarta yang bernama Asinta Nur Atika yang dipanggil sinta", Sinta memperkenalkan dirinya dan berkata"perkenalkan nama ku Asinta Nur Atika, saya biasa di panggil Sinta, saya berasal dari SMA 25 Jakarta". Saat istirahat "maaf kalau tadi aku tak sengaja menabrakmu"kata dimas menghampiri sinta. "oh yang waktu itu, ya nggak pa pa lagian aku sudah memaafkanmu kok" jawab Sinta. "perkenalkan namaku Dimas, senang berkenalan denganmu Sinta" kata Dimas "aku juga senang berkenalan dengan mu" jawab Sinta. "bolehkah aku menjalin persahabatan dengan mu" tanya Dimas. "boleh saja, asalkan tidak lebih dalam dari itu"jawab sinta. Dan mereka akhir bersahabat.
Karena sudah mendekati ujian nasional, Dimas mengajak Sinta, Riko temannya dan Naila teman Sinta untuk belajar kelompok dirumahnya, Saat dimulai belajar kelompok, Dimas berkata "gimana cara mengerjain soal ini, aku tak tau caranya?", "oh soal yang itu, sini ku ajarin" jawab Sinta. Dan pada saat itu dimas mulai menyukai Sinta. Setiap pulang sekolah mereka belajar bersama. Persahabatan mereka semakin mengental, dan mereka peduli satu sama lain.
Dan tidak terasa waktu terus berlalu, tekad Dimas untuk mengatakan isi hatinya yang paling dalam kepada Sinta pun semakin bulat. Dimas mengajak Sinta ke daerah yang tenang untuk menyatakan cintanya. Sepulang belajar kelompok dimas mengajak Sinta pergi ke kafe dan Sinta menerima ajakan Dimas. Sesampainya di kafe Dimas dan Sinta pun bercakap cakap mengenai isi hati mereka.Sinta mulai membuka kisah sedih, senang, canda,dan tawa kepada Dimas. Dan saat yang di tunggu tunggu tiba Dimas mulai mengutarakan isi hatinya kepada Sinta " Sin, aku mengerti perasaan mu, tapi maukah kamu jadi pacar ku? Saat pertama kali kita bertemu aku jatuh hati kepadamu".kata dimas sambil gugup "Akhirnya sudah sekian lama perasaan itu ku pendam, terucap sudah oleh kata kata" kata Dimas dalam hati. "aku,…aku" jawab Sinta sambil tertegun sinta tak menyangka kalau dirinya akan disukai dan diperhatikan oleh Dimas."kalau kamu masih belum bisa menjawabnya tak apa apa, namun ku tunggu jawaban dari mu" kata Dimas. Sehabis itu ia mengantar sinta pulang.
Dirumah, Sinta memikirkan terus kata kata manis dimas sampai tidak bisa tidur karena memikirkanya. "Sebenarnya aku juga menaruh hati pada Dimas"dalam benak Sinta. Dimas pun sama, ia memikirkan jawaban dari Sinta "kalau Sinta menerimaku, aku akan menjadi orang yang sangat bahagia, namun kalau ia menolakku, maka hubungan kami hanya sampai sekedar pada persahabatan saja"dalam benak Dimas.
Keesokan harinya saat sepulang sekolah Dimas mengajak Dinta ketempat yang tak ramai untuk menanyakan jawaban dari Sinta. "gimana jawabanmu kalau kamu belum siap tak apa apa, tapi kalau kamu menolakku persahabatan kita jangan sampai terputus hanya karena hal ini" kata Dimas. "aku menerima cintamu, karena aku juga menaruh hati saat kita pertama kali bertemu, namun kita jangan pacaran terlebih dahulu karna sebentar lagi ada ujian" jawab Sinta. Mereka bahagia karena pada hari itu merupakan hari yang bersejarah bagi mereka. Hari hari menjelang ujian, mereka jalani dengan bahagia dan karena perasaan saling suka diantara mereka malah menambah motivasi mereka untuk lebih giat belajar dalam menghadapi ujian. Ditambah lagi karena Dimas,Naila,Sinta,dan Riko saling bekerja sama. Mereka semakin mengasah pikiran dan saling berbagi pengalaman.
Namun pada beberapa hari Sinta tidak masuk. "nih ada surat dari naila kata ibunya ia sakit" kata Rudi salah satu tetangga Sinta. "kenapa Sinta sakit"kata Naila. "jangan jangan Sinta sakit karena kehujanan, kemarin aku melihat dia pulang kerumah basah kuyup"kata Rio salah satu tetangga Sinta. Dimas dan teman temanya khawatir kalau Sinta tidak bisa mengikuti ujian, mereka menjenguk Sinta. Dan hanya beberapa hari naila sembuh dari sakitnya. Seminggu lagi akan ada ujIan seluruh siswa kelas 12 takut kalau mereka tidak lulus. Namun mereka sangat semangat belajar untuk menghadapi rasa takut tidak lulus ujian.
Akhirnya hari yang dinanti telah tiba, mereka mengerjakan soal dengan hati hati dan penuh dengan ketelitian dan juga tidak lupa berdoa kepada tuhan. "ya alllah mudah mudahan kami semua dapat mengerjakan ujian ini dan berikanlah kami kemudahan untuk mengerjakanya amin" kata dimas dalam hati saat ujian akan dimulai. Dan sudah terasa waktu sangat singkat, selesailah sudah beban yang mereka pikul. Sekarang tinggal menunggu hasil ujian. Dimas akhirnya dapat berpacaran dengan Sinta setelah ujian. Dan saat yang dinanti datang siswa kelas 12 membaca surat keterangan hasil ujian yang mereka terima. Seluru siswa kelas 12 dinyatakan lulus dengan hasil yang memuaskan, Dimas dan teman temanya sanyat bahagia.
Namun dalam keadaan bahagia itu, dimas mendapat kabar dari orang tuanya bahwa ia akan melanjutkan sekolah perguruan tinggi keluar negeri. "selamat atas nilai yang kamu peroleh, kami sekeluarga sudah sepakat untuk menyekolahkan kamu ke luar negeri" kata ayahnya. "mengapa ayah tidak bilang dari dulu?"Tanya Dimas. "karena ayah sengaja supaya kamu tidak memikirkan hal itu" jawab ayah. "tapi…,"raut muka Dimas kelihatan sedih. Keputusan itu tidak di duga sebelumnya oleh Dimas. Ia merasa sedih akan meninggalkan Sinta kekasihnya. Namun Dimas tidak mengatakanya pada Sinta.
Sudah satu bulan mereka pacaran, namun Dimas tetap merahasiakan hal itu. Akhirnya Dimas menceritakan hal itu kepada Sinta karena tidak baik menunggu terlalu lama"Sin, maafkan aku karena aku akan melanjutkan kuliahku di luar negeri karena orang tuaku yang menyuruhku" Dimas sambil berberat hati."ap..apa…"terkejut Sinta mendengarnya "kenapa tidak menolak perintah orang tuamu?". 'aku tidak mungkin menolak perintah prang tuaku Sin, "ayahku mempunyai penyakit jantung, bagaimana kalau penyakitnya kambuh karena aku menolaknya"jawab Sinta. "jadi kamu akan pergi meninggalkanku, kenapa kamu tidak menceritakanya dari dulu, mengapa harus berbohong dan menyimpanya sendirian?" kata Sinta. jawab Dimas "Karena aku takut kalau kamu akan meninggalkan ku". "kau pikir aku akan senang kalau kamu nenyembunyikan hal itu" Sinta sambil meneteskan air mata. "maafkan aku, aku tidak bermaksud menyembunyikanya darimu, aku tidak siap menerima semua ini" kata Dimas yang bimbang memilih antara cinta dengan orangtua. Sinta berlari sambil meneteskan air mata karena tidak kuat menahan sedih. Dimas merasa bersalah kepada Sinta.
Di dalam kamar, Sinta menangis karena kejadian itu, namun ia mencoba memikirkan keadaan Dimas" kalau aku jadi Dimas mungkin aku akan melakukan hal yang sama, namun aku akan merasa kehilangan dia" Sinta akhirnya mengerti perasaan Dimas dan ia akan meminta maaf kepada Dimas. Demikian Dimas, ia merasa tidak enak kepada Sinta dan ia ingin mengucapkan perpisahan kepada Sinta. Dimas menelpon Sinta dan meminta maaf kepadanya dan berkata "maafkan aku yang sudah mengecewakanmu, sebelum aku berpisah denganmu aku mau kau datang melepas kepergianku ke australi besok jam 8 pagi untuk terakhir kalinya aku melihat wajahmu". "maafkan aku juga Karena sudah memarahimu, dan aku pasti akan datang melihat keberangkatanmu" jawab Sinta. Sesudah itu Dimas menutup pembicaraan dan memper siapkan perlengkapan yang bibutuhkan.
Saat berada di bandara, Dimas menunggu Sinta terlebih dahulu sebelum naik ke pesawat. Ia menunggu sampai beberapa menit sebelum waktu penerbangan dimulai. "Sinta kok belum datang datang, jangan jangan dia tidak datang" Dimas pun mulai tak yakin sinta akan datang dan ia melangkah ke bandara. "Dimas tunggu"seru Sinta bernafas terengah engah"maaf menunggu ,tadi saat di perjalanan ban mobilku kempes, dan memperbaikinya sedikit lama". "hampir saja aku hendak melangkah ke pesawat, sebelum aku pergi ijinkan aku memelukmu sebentar saja". "aku akan menunggumu sampai kau pulang". Mereka berpelukan sangat erat karena mereka akan berpisah untuk waktu yang lama dan berjanji akan bertemu kembali. mereka berpisah dan entah kapan mereka bertemu kembali.
Delapan tahun kemudian, Dimas sudah menjadi pengusaha kaya yang mempunyai beberapa perusahaan di Australia. Dan dia berkunjung ke Jakarta untuk memantau perkembangan salah satu perusahaanya. Dan tak sengaja bertemu dengan Sinta yang bekerja pada perusahaan itu. "benarkah anda adalah pak Dimas?"Tanya Sinta dengan ragu ragu. " ya memang benar,apakah kamu Sinta ?,bagaimana kabarmu" jawab Dimas yang kelihatan bahagia melihat kekasih lamanya. "saya sekarang bekerja di perusahaan kamu,sekarang kamu sudah menjadi saudagar kaya" Tanya Sinta. "inilah hasil perjuangan saya selama ini, tidak sia sia bukan?" jawab dimas dengan bangga. Cinta lama bersemi kembali dihati mereka. Dan mereka berpelukan karena sudah sekian lama mereka tak pernah bertemu. Dan seperti yang diharapkan oleh mereka pada waktu mau berpisah bahwa mereka ingin kembali menjalin hubungan percintaan. Dan cinta mereka bukan lagi cinta monyet waktu di SMA, mereka sudah dewasa. Mereka akhirnya berpacaran kembali. Mereka bertunangan lalu menikah dan hidup dengan bahagia.

KISAH INDAH

Oleh:Leli x-1


Ditengah teriknya matahari dan kebisingan terminal Purwokerto,terlihat sosok gadis remaja berusia 13 tahun sedang berdiri.Ia nampak bingung ,seperti baru pertama ke Purwokerto.Gadis cantik itu berkulit putih ,rambutnya berkepang dua dan dia memakai kacamata.Dia membawa sebuah tas yang besar.

"Ya,Allah…tolongin Indah Ya Allah…!!Indah teh baru pertama kali ke Purwokerto ,Indah enggak tau apa-apa.Mana omah ngasih alamat kontrakan Mamah enggak jelas lagi.Katanya nggak jauh dari terminal,tapi sebelah mana?"

Indah datang dari Bandung ke Purwokerto sendirian untuk mencari orang tua dan adik-adiknya.Mereka terpisah saat orang tua Indah bangkrut ,dan Indah dirawat oleh nenenknya.Indah mempunyai seorang adik laki-laki dan seorang adik perempuan.

"Becak,Mba…?Badhe teng pundit?"seorang tukang becak menawari jasanya kepada Indah.

"Punten,Bapak.Bapak tau rumah kontrakan yang ada disekitar terminal ini?"

"Teng mriki sih kathah kontrakan,Mba!"

"Maaf,Bapak!"Indah tidak paham apa yang dikatakan tukang becak tersebut.

"Disini banyak kontrakan,Mbak!"

"Kalau begitu,punten,Bapak!Tolong antarkan Saya kekontrakan yang dekat-dekat sini saja!"

"Nggih-nggig…monggoh!"

Indah menaiki becak dan mencari kontrakan Ibunya.Disepanjang jalan Indah terus melamun.

"Ya Allah…kenapa teh nasib Indah kayak gini?Udah Ayah Indah bangkrut,terus malah Indah kepisah sama orangtua Indah.Apa karena Indah dulu nakal sama sombong,ya?Jadi sekarang Allah marah sama Indah?Indah teh udah enggak punya apa-apa lagi .Indah udah enggak tinggal ditempat yang gedhe lagi,enggak sekolah disekolahan yang bagus,nggak bisa main PS malahan enggak bisa ketemu Choky,sahabat Indah yang paling baik.Hmmm…!"

"Sampun dugi,Mba!Sudah sampai!Itu Ibu yang punya kontrakan"kata tukang becak sambil menunjuk kearah Ibu-Ibu yang sedang duduk diteras rumah.

"Trimakasih,Bapak!"

"Nggih,sami-sami!"

Indah menuju rumah kontrakan setelah membayar ongkos becak.Sebelum sampai dirumah kontrakan,tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Indah.

"Indah…!!"

Indah menoleh keseberang jalan,dan ternyata yang memanggil Indah adalah Mamahnya.

"Indah,ini teh Mamah!"

"Mamah…!!"Indah berlari dan memeluk Mamahnya .Setelah bertemu dengan Mamahnya,Indah diajak kerumah kontrakan Mamahnya.

Kontrakan Mamahnya sangat sempit.Didalamnya tidak ada barang apa-apa.Diruang tamu tidak ada meja dan kursi,bahkan dikamar tidak ada tempat tidur.Yang ada hanyalah sebuah tikar tua yang tertata rapi.Keadaan rumah kontrakan Indah sangat jauh berbeda dengan rumah Indah yang dulu Mamahnya berjualan makanan diwarung yang sangat sederhana.

"Maafin Mamah ya,Ndah!"Mamah teh cuman bisa bayar rumah kontrakan yang kayak gini .Maafin juga karena Mamah nggak bisa bikin Indah bahagia!"

"Mah…Indah bahagia kok.Indah teh bahagia karena bisa ketemu Mamah sama adik-adik!Oh ya,Mah!Dona sama Dani teh lagi dimana?Indah kangen!"

"Dona sama Dani teh lagi main sama temen-temennya .Sebentar lagi juga pulang .Kamu sekarang istirahat saja,ya!Pasti capek!"

Indah masuk kekamarnya dan membereskan semua barang-barangnya,setelah itu dia beristirahat.

Indah memulai kehidupan barunya di Purwokerto bersama Mamah dan Adik-adiknya.Indah sekrang bersekolah di SMP Negeri 5 Purwokerto,salah satu SMP terbaik di Purwokerto.Setiap pulang sekolah,Indah membantu Ibunya berjualan diwarung.

Sore itu ,Indah sedang membantu Ibunya mencuci piring diwarung.

"Gimana sekolah kammu,Ndah.Udah banyak teman belum?"tanya Mamah Indah.

"Di SMP Indah yang baru,anakny teh ada yang baik ada yang enggak!"jawab Indah sambil bermain air yang dipakainya untuk mencuci piring.

"Tapi Kamu nggak dijahatin,kan?Kamu teh udah punya temen?"

"Temen-temen teh banyak yang baik sama Indah,tapi ada juga yang jutek sama Indah,kayaknya enggak suka gitu sama Indah!"

"Kamu teh enggak usah peduli sama temen-temen Kamu yang jahat!yang penting Kamu teh sekarang udah jadi anak baik,pasti punya banyak temen!"

"Berarti,dulu teh Indah bukan anak baik ya,mah?"tanya Indah sedikit manyun.

"Dari dulu teh Indah anak baik,cuman,dulu kan Indah masih kecil.Jadi masih manja.Nah,…kalau sekarang kan udah gedhe,jadi bisa bersikap dewasa!"kata Mamah Indah sambil tersenyum manis.

"Mamah…!"

"Ya Ndah?Ada apa atuh?"

"Mah,Ayah teh sekarang dimana atuh?Kok enggak tinggal sama Kita?"tanya Indah tiba-tiba.

Raut wajah Mamah Indah langsung berubah,Dia terlihat sedih,dan matanya berkaca-kaca.

"Indah sayang,Kamu teh udah gedhejadi Kamu teh harus tau!"

"Tau apa,Mah?"potong Indah.

"Mamah sama Ayah teh udah enggak bisa bareng lagi…"

"Kenapa mah…?Maksud Mamah teh,Mamah cerai sama sama Ayah?kenapa Mamah enggak kasih tau Indah?"sela Indah sedikit emosi.

"Dengerin Mamah dulu,Ndah!Mamah teh udah nggak bisa lagi hidup sama Ayah kamu.Kamu harus ngertiin Mamah dong,Ndah!"kata Mamah Indah sambil meneteskan airmata.

"Mamah yang enggak ngertiin!Mamah teh baru ngomong sama Indah .Mamah enggak sayang sama Indah.Mamah teh jahat!"bentak Indah sambil menangis dan meninggalkan Mamahnya yang masih berdiri dan menangis didapur.

Sementara itu,Indah masih berlari dijalan sambil menangis.Indah terus berlari tanpa memikirkan sekelilingnya,sampai akhirnya dia menabrak seseorang.

"Woi…ati-ati dong!Jangan lari sambil nangis dijalan!"kata seorang pria tinggi berkulit putih yang ada didepan Indah.

"Maaf!Maafin Indah,ya!Indah yang salah ,permisi!"kata Indah sambil berlari meninggalkan pria itu.Tapi,baru selangkah berjalan ,Pria itu menarik tangan Indah.

"Indah…?lu beneran Indah?"tanya pria itu.Pria itu sepertinya kenal dengan Indah.

"Iya…ini teh Indah.Kamu kok tahu Indah?Emangnya ,kamu teh sapa?"tanya Indah bingung,sambil mengucek matanya yang basah,sembab,dan bengkak karena menangis.

"Gue Choky,Ndah!"kata Chocky sambil mengguncang pundak Indah.

"Choky…?Kamu tuch beneran Choky?"kata Indah sambil membuka lebar matanya karena kaget.

"Iya,Choky!Temen lu dari kecil,masa lupa sich?!"

"Nggak mungkin lah,Indah lupa sama Choky.Indah teh kangen banget sama Choky"Indah langsung memeluk Choky."Kamu Kok ada di Purwokerto sich?Kamu pindah kesini?"tanya Indah.

"Kita ceritanya di rumah Gue aja,ya!Gue pengin ngomong banyak sama lu.Rumah gue enggak jauh dari sini kok!"ajak Choky.

"Ya udah.Tapi Indah teh enggak mau jalan.Indah maunya digendong!!"pinta Indah manja.

"Lu tuh,ya!dari dulu seneng banget kalau nyusahin gue.Udah,sini naik!"kata Choky sambil menyodorkan punggungnya.

"Hehehe…!Nah gitu atuh!"kata Indah sambil tersenyum nakal.

Mereka berdua lalu pergi kerumah Choky.Rumahnya hanya beberapa blok dari tempat mereka bertemu.Keadaan rumah Choky jauh berbeda dengan rumah kontrakan Indah.Rumah Choky jauh lebih bagus.Choky memang anak orang kaya,dia selalu bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.

"Udah sampai,Ndah!Turun!"Choky menurunkan Indah dari punggungnya.

"Ini teh rumah kamu,Ky?Bagus ya…?!"Indah sedikit terbengong.

"Jangan bengong aja,lu!Sini masuk!!"Choky mendorong Indah masuk kerumahnya."Duduk ,Ndah!Lu mau minum apa?"

"apa aja dech"

"Ya udah,tunggu sebentar ya!!Gue bikinin minum dulu!"Choky masuk kedapur dan membut minuman.

Sementara itu Indah melihat-lihat isi rumah Choky .Indah melihat foto yang berdiri diatas meja.Disitu terlihat foto Choky dan dua orang pria,sepertinya teman-teman Choky.

"itu Randi sama Daen,temen gue!"kata Choky yang tiba-tiba muncul sambil membawa minuman.

"Kita teh udah lama banget enggak ketemu ya,Ky?Sampe-sampe,Indah…"kata Indah terpotong.

"Sampe-sampe lu kenapa,Ndah?"tanya Choky penasaran.

"Nggak,nggak papa.Nggak usah dibahas.Oh ya,kamu kok ada di Purwokerto atuh?Kamuteh ngapain disini?"tanya Indah .

Choky diam saja ,dia tidak menjawab pertanyaan Indah.

"Ky…?kok diem aja atuh?Halooo….!!!"Indah melambaikan tangannya didepan wajah Choky.

"Gue pengen jauh dari Nyokap!"jawab Choky singkat lalu terdiam sejenak.

"Indah mah enggak mau nanya kenapa.Sekarang ,Kamu teh sekolah dimana?Terus Ayah kamu gimana?" tanya Indah.

"Gue sekolah di Bruderan ,Ayah sich sering datang kesini,seminggu sekali lah…Oh ya,lu kenapa tadi nangis?malu-maluin aja sampe mata lu bengkak gitu lagi,jelek banget!"

"Indah sebel sama Mamah!"jawab Indah terisak hampir menangis.

"Ye…ni anak !!Masih enggak berubah aja,kayak anak kecil,lu!"Choky mengacak-acak rambut Indah.

"Bukannya gitu,Choky dengerin Indah dulu!"bentak Indah.

"Iya dech ,Gue dengerin!"Choky mendekatkan telinganya ke mulut Indah.

"Kamu mah!!gini Ky,Mamah sama Ayah Indah teh cerai,tapi mereka enggak kasih tau Indah ,Mamah teh baru ngasih tau Indah tadi.Itu juga karena Indah nanya.Kalau Indah enggak nanya ,pasti Mamah enggak kasih tau Indah!"Indah menangis semakin keras.

"Maafin Choky ya,Ndah!"Choky memeluk dan mengusap rambut Indah.

"Choky nggak salah kok.Indah teh harusnya makasih banget sama Choky karena Choky ada pas Indah butuhin!"

"tapi Choky enggak pernah ada waktu Indah lagi sendirian!Choky enggak ada waktu Indah lagi butuh temen,Choky juga enggak ada waktu Ayah Indah bangkrut.Choky emang jahat,Ndah.Maafin Choky,ya?!"Choky merasa menyesal.

"Choky janji,ya?!Nggak akan ninggalin Indah lagi?!Indah teh nggak mau pisah sama Choky ,Indah teh sayang sama Choky!"

"Choky janji,Ndah!"

Mereka berdua tersenyum,lalu Choky kembali memeluk Indah .Tidak terasa hari sudah semakin malam.Mereka masih tetap asik mengobrol.

"Pip…pip…piiiiip…."tiba-tiba Handphone Choky berbunyi,lalu Choky mengangkatnya.

"Halo…,oke,lu kerumahgue aja!ntar kita jalan bareng!yu…mari de coco…!!"Choky menutup telepon dan meletakkan handphone-nya lagi.]

"Kamu mau pergi,Ky?kalau gitu,Indah teh mau pulang aja!"

"Eh…eh…ntar dulu!!duduk dulu donk!"Choky menarik tangan Indah yang hendak beranjak pergi,lalu Indah kembali duduk.

"Gini Ndah,temen-temen gue ngajak jalan,lu ikut,ya?!Sekalian lu mau gue kenalin sama temen-temen gue!"

"Emangnya mau pergi kemana atuh?"

"Ntar juga tau,pokoknya ke tempat yang asik dech !di Purwokerto aja kok,nggak jauh-jauh.Ikut ya?!"pinta Choky dengan sikap manja.

"Ya udah.Indah ikut"

"Nah,gitu donk!sekarang lu ikut gue!Gue mau dandanin lu!"Choky menarik tangan Indah.

"Eh…entar dulu!kok pake acara didandanin segala sich?"Indah menolak untuk didandani oleh Choky.

"Lu liat dulu donk dandanan lu!Lu mau pergi kayak gitu aja?"Indah memandang dirinya sendiri.Saat itu Indah memang hanya memakai celana pendek,kaos oblong dan sandal jepit.Rambutnya juga acak-acakan.

"Tenang aja,dech!pokoknya serahin aja semuanya sama gue!ini semua demi kebaikan lu juga kok.Udah sini,masuk kekamar gue!"Choky mengajak Indah masuk kekamarnya dan menyuruh Indah duduk didepan meja rias.

"Ini teh kamar kamu,Ky?kok kayak kamar cewek sich?alat make up-nya banyak banget atuh,komplit!!"

"Walaupun gue cowok,tapikan gue mesti tetep jaga penampilan donk!"jawab Choky sambil tersenyum dan bergaya didepan cermin.

"Kamu mah,genit banget atuh!"Indah mencubit perut Choky.

"Udah,jangan banyak ngomong!nich baju,dipake buruan!"Choky memberikan celana jeans ,kaos oblong dan jaket hitam.

"Kok Indah dikasih baju kayak gini sich?ini mah baju buat cowok?emangnya Indah mau didandanin kayak apa atuh?"

"Pake aja dulu,ntar juga tau kok!udah,buruan!"Choky mendorong Indah kekamar mandi.Beberapa menit kemudian ,Indah keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian yang diberikan oleh Choky.

"Nah,bagus!nich,pake sepatunya!!"Choky menyodorkan sepasang sepatu kets warna hitam.Lalu Indah memakai sepatu itu.

"Nah,sekarang tinggal sentuhan terakhir,rambut…"Choky mendandani rambut Indah layaknya pegawain salon professional.

"Indah mah nggak ngerti sama Choky,sebenernya mau dandanin Indah kayak apa sich?"Indah tetap duduk tenang sementara Choky masih mengurus rambut Indah.

"Tenang aja,Ndah!bentar lagi juga selese.Lu tinggal liat hasilnya aja!!"Choky menggulung rambut Indah keatas ,menyemprotkan hairspray,memakaikan wig,dan terakhir memasangkan topi dikepala Indah.

"Taraaaaammm…!!!udah selese…sekarang Lu bisa liat dicermin hasilnya!"Choky menuntun Indah kedepan cermin.

"Haaaah…kok Indah jadi kayak cowok gini,sich?"Indah kaget."Kenapa mesti didandani kayak gini atuh?emangnya mau kemana?"

"Ntar juga tau,pokoknya itu dandanan paling pas and terbaik buat elu.Bentar lagi temen gue mau datang,Gue mau ganti baju dulu.Lu keluar dulu sono!"

Indah masih tetap berdiri didepan cermin sambi tetap memandang wajahnya.Dia masih terbengong-bengong.

"Kok elu diem aja,sich?Lu mau liat gue gantin?yawdahhh….!!!"Choky berjalan hendak menutup pintu kamarnya.

"Eh…eh…ntar dulu!!"Indah berlari menuju kepintu"males amat ngliat Choky ganti baju.Indah mah udah sering ngliat Choky telanjang dari kecil!"

"Itu kan dulu waktu masih kecil,sekarang udah beda dunk,mau liat?"goda Choky sambil mengedipkan matanya.

"Nggak mau….!!!"Indah berteriak dan menutup matanya sambil berlari keluar dari kamar Choky.

Beberapa menit kemudian,ada tamu yang datang kerumah Choky.Tamu itu adalah dua orang pria.Mereka sangat tinggi dan putih,tamu iotu menatap Indah seolah bingung.Tiba-tiba Choky keluar dari kamarnya dan menuju keruang tamu.

"Eh…Lu berdua udah datang.Oh ya,kenalin ini Indah,temen Gue dari kecil!"mereka bedua menatap Indah sambil tersenyum kaku.

"Ndah…ini Randi sama Daen,temen Gue!"Choky memperkenalkan Indah kepada tema-temannya.Indah menjabat tangan Daen dan Randi,tetapi mereka masih terlihat bingung.

"Nggak salah Lu,Ky?dia kan cowok,kok namanya Indah sich?"Tanya Randy heran heran.

"Wah…dandanan Gue berhasil dong,Lu berdua aja bisa ketipu.Dia tuch cewek,tapi Gue dandanin kayak Cowok!"jelas Choky.

"Si Randi emang bego,jadi dia bisa ketipu!tapi kalau gue enggak donk.Gue udah tau dia cewek dari gerak-geriknya!"kata Daen sedikit bangga.

"Alaaah…Lu berdua sama aja!bilang aja ketipu!udah yuk,berangkat!"ajak Choky.

"Yuk…mari de coco!!!"sahut Randi dan Daen.Indah masih terdiam tanpa kata.

"Yuk Ndah!!"Choky menggandeng tangan Indah menuju kedepan rumah.

Mereka berempat masuk kemobil milik Randy.Indah masih belum tahu mereka akan pergi kemana.Tetapi Indah tetap ikut karena Indah percaya bahwa Choky akan selalu melindungi Indah dan memberikan yang terbaik untuk Indah.

Setela menempuh perjalanan sekitar 25 menit,akhirnya mereka berhenti didepan sebuah tempat.Tempat itu seperti café ,didepan tempat itu terdapat tulisan 'TANGGO'.Indah belum pernah ketempat itu sebelumnya.Karena Indah baru pertama kali ke Purwokerto.Lalu mereka turun dari mobil dan masuk ke café itu.

"Ky,mau ke café aja kenapa mesti didandanin kayak gini,atuh?"Indah masih heran.

"Lu liat aja tuh!Lu mau ketempat ginian pake baju cewek?"Choky menunjuk kesuatu tempat ,tempat yang bising karena suara musik,suasananya gelap dan hanya diterangi lampu bulat warna-warni.

"Diskotik…?"Indah kaget dan mematung sejenak.

"Udah,jangan bengong aja!yuk masuk!!"ajak Choky.

Mereka berempat masuk ketempat itu,lalu mereka duduk disofa yang berad disudut ruangan.Indah melihat-lihat disekeliling ruangan itu ,tetapi Ia tetap tidak berkata-kata apa-apa.Diujung ruangan terdapat panggung pertunjukan,dikanan kirinya terdapat sofa,ditengah ruangan terdapat lantai dansa yang dikelilingi meja dan kursi untuk pengunjung ,dan di pojok belakang terdapat bartender.

"Sebenernya,kalian teh mau ngapain kesini?"tanya Indah.

"Pengamatan!!"jawab Daen singkat.

"Pengamatan…?"tanya Indah heran.

"Iya…kita mau ngamatin kehidupan malam anak-anak Purwokerto.Nah,disini kan biasanya banyak anak muda yang pada dugem"jelas Choky

Randi dan Daen sibuk dengan laptop yang mereka bawa.Mereka sedang asik melihat-lihat sambil mengetik.

"Pengamatan-pengamatan kayak gini teh tujuannya apa?emang penting ya?"

"Tujuannya teh,supaya kita bisa ngebandingin anak muda Jakarta ,sama anak muda di Purwokerto!Gitu atuh!"Randi berbicara dengan logat bicara Indah.Lalu Choky dan Daen tertawa.

"Iiih…kamu mah gitu!jangan gitu atuh!"Indah juga ikut tersenyum.

Mereka berbincang-bincang hingga berjam-jam Indah juga sudah terlihat akrab dengan Randi dan Daen.Tetapi Daen terlihat berbeda dari Randi,dia terlihat pendiam dibandingkan Randi yang suka meledeki Indah dan suka berbicara ceplas-ceplos.

"Aduuh,Ky…pulang yuk!udah malem nich,Indah teh ngantuk"keluh Indah.Saat itu waktu menunjukkan pukul 23.35 .

"Yawdaa…yuk pulang!cabut guys!!!"

"Yuk…mari de coco….!!"sahut Randi dan Daen.Mereka meninggalkan tempat itu setelah meletakkan uang makan dan minum diatas meja.

Mereka mengantrakan Indah terlebih dahulu.Setelah sampai di rumah Indah,mereka mengetuk pintu.Dan yang membuka adalah Mamah Indah.Mereka disambut dengan airmata.

"Indah…kamu teh kemana aja?Mamah tuh khawatir sama kamu.Mamah takut kamu kenapa-napa.Maafin Mamah,Ndah!Mamah mohon sama kamu,tolong maafin Mamah!"Mamah Indah memeluk Indah dengan sangat erat sambil menangis.

"Nggak Mah,…Indah yang salah.Indah udah jahat sama Mamah.Maafin Indah ya,Mah!Indah teh sayang sama Mamah.Indah enggak mau Mamah sedih lagi.Senyum atuh Mah!"mereka berdua tersenyum dan kembali berpelukan tanpa peduli orang disekitar mereka.Sampai Choky ikut berbicara.

"Maafin Choky tante,Choky ngajak Indah pergi tapi enggak ijin dulu sama Tante!"

"Choky…?"Mamah Indah terlihat kaget dan baru menyadari jika ada orang disitu selain dia dan Indah."Kamu teh Choky si unyil?"waaah…udah gedhe kamu sekarang!"

"Sekarang Choky udah nggak unyil lagi,Tan!liat tuch!Choky jauh lebih tinggi dari Indah kan?"Choky membandingkan tingginya dengan Indah."Oh ya,Tan!kenalin,ini temen Choky!namanya Randi sama Daen!"Choky mengenalkan Randi dan Daen kepada Mamah Indah.Mamah Indah menjabat tangan mereka.

"Kamu kok ada disini?kamu teh ngapain di Purwokerto?"tanya Mamah Indah.

"Nggak papa,Tan!Choky cuman mau sekolah di Purwokerto."jawab Choky singkat.

"Sekolah kok dicoba-coba!masuk atuh!"ajak Mamah Indah.

"Udah malem,Tante!makasih!besok aja Choky main lagi kesini."

"Ya udah,tapi besok main kesini atuh!makasih ya..,udah nganterin Indah!"

"Kalau gitu kita pulang dulu,Tante.Indah,gue pulang dulu,ya?!"Choky menjabat tangan Mamah Indah.

"Ati-ati dijalan!"pesan Indah dan Mamahnya.Mereka bertiga lalu pulang.Sementara Indah dan Mamahnya masuk kerumah.

Indah mulai menjalani hidupnya seperti biasa lagi.Ayahnya sering mengunjungi Indah,Adik,dan Mamahnya.Indah sudak mempunyai banyak teman disekolahnya.Dia merupakan murid yang pintar ,dan nilainya selalu bagus.Indah sekarang mengikuti kegiatan modeling dan bekerja sambilan sebagai model untuk membantu perekonomian keluarga.Indah sering pergi keluar kota untuk melakukan pemotretan.Sekarang Indah sudah hampir ujian SMP.Indah sudah terbiasa hidup sederhana bersama Mamah dan adik-adiknya.Dia juga semakin akrab dengan Randi dan Daen.

Siang itu,Choky,Randui dan Daen sedang berada dirumah Indah,mereka sedang asik mengobrol bersama Indah.

"Nggak kerasa,ya.Kita semua hamper lulus.Indah lulus SMA,gue Choky,sama Daen mau lulus SMA.Kayaknya,dua tahun tuch cepet banget,ya?!"ucap Randi.

"Kayak lu bakal lulus aja!emang lu bisa lulus?"tanya Daen iseng.

"Jangan gitu atuh!kita saling doain supaya kita teh lulus bareng!"

"Bener tuch kata Indah!"bela Randi."Lu bukannya ngedoain temen yang baik!"Randi menendang kaki Daen yang sedang duduk.

"Gue heran dech sama kali berdua.Tiap hari bareng terus,tapi tiap hari juga ribut terus?"kata Choky."Gue mau ngomong serius nich sama Indah!"

"Emangnya,Kamu teh mo ngomong apa?"tanya Indah.

"Lu kalau udah lulus SMP mau ngelanjutin sekolah dimana?"tanay Choky.

"Indah teh sebenernya udah ada niat buat ngelanjutin sekolah di Bandung.Indah pengen sekolah di sekolahan yang khusus buat modeling."jawab Indah."Terus,kalian mau ngelanjutin kuliah dimana?"tanya Indah.

"Sebenernya Ndah,kita pengen nglanjutin kuliah di Singapur."jawab Choky.

"Singapur….?"Indah kaget."Singapur kan jauh,berarti Indah nggak bisa ketemu Choky lagi.Choky kan udah janji nggak akan ninggalin Indah lagi.Mana janji Choky?Indah nggak mau pisah lagi sama Choky."mata Indah berkaca-kaca hampir menangis.

"Maafin Choky,Ndah!Indah jangan sedih gitu donk!Choky kan pergi buat belajar,supaya Choky bisa ngeraih cita-cita Choky.Tapi,Choky janji akan sesering mungkin ke Indonesia buat nemuin Indah.Kali ini Indah bisa pegang janji Ucap Choky.Lalu Choky memeluk Indah yang sudah terlanjur meneteskan airmata.

"Jangan nangis dong,Ndah!Randi peluk ya biar enggak sedih lagi?"goda Randi.

"Lu enggak usah cari kesempatan ya!"ucap Choky sambil mendorong Randi yang hendak memeluk Indah.

"Lu enggak usah khawatir,Ndah!kita bakal terus ngingetin Choky buat ngunjungin elu"ucap Daen berusaha menenangkan Indah.

"Yawdah…tapi kalian teh harus janji ya!sering-sering nemuin Indah"

"Kita janji!!!"ucap Choky,Randi,dan Daen serentak.

"Udah…jangan sedih lagi!senyum donk!"kata Daen.Lalu mereka semua tersenyum.

Hari yang ditunggu-tunggu itupun tiba-tiba.Hari kelulusan Indah,Randi,Choky,dan Daen.Mereka mengemasi barang-barng yang akan mereka bawa.Indah dan Mamahnya mengantarkan Randy,Choky dan Daen kebandara.Perpisahan itu menjadi sebuah perpisahan yang mengharukan.Indah berusaha untuk tetap tegar sampai akhirnya pesawat yang ditumpangi Randy,Choky dan Daen terbang ke Singapur.

Indah mengemasi barang-barangnya dan bersama Mamahnya berangkat ke Bandung.Di Bandung Indah tinggal diasrama sekolahannya.Tetapi,Mamah dan adik-adiknya tetap tinggal di Purwokerto.

Kehidupan Indah masih selalu penuh warna.Choky,Randi dan Daen adalah salah satu warna dari kehidupan Indah.Masa-masa SMA akan menjadi warna baru dalam kehidupan Indah.Dan 'Kisah Indah' masih akan terus berlanjut.

PERSAHABATAN

OLEH: Zefanya X-2

Adalah kisah 2 sahabat, mereka berdua lahir di kota tercinta Purwokerto. Lahir dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya. Awal perjumpaan mereka dimulai di gereja. Ketika itu mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar, dan usia mereka 6 tahun. Mereka bernama Pras dan Koko. Mereka duduk bersama, bercakap – cakap tentang acara Televisi yang paling keren, dll. Setiap minggu mereka bertemu dan bercakap – cakap dengan hangatnya.

Pada tahun 2002, Koko sudah jarang sekali, bahkan tidak pernah bertemu lagi dengan Pras. Sekitar setahun lamanya, Koko tak bertemu dengan Pras. Hingga pada tahun 2003, Koko bertemu lagi dengan Pras. Tetapi perjumpaan itu tak sesering dahulu.

HIngga pada tahun 2006, Koko pindah rumah, dan kebetulan rumah Koko yang baru dekat sekali dengan rumah Pras. Kala itu mereka baru masuk SMP. Persahabatan mereka terajut kembali. Mereka mulai bermain dan bercengkerama bersama kembali. Hampir setiap hari mereka bermain bersama. Pada waktu mereka kelas 9 SMP, mereka mempunyai sebuah hobby yang sama. Yaitu kecintaan mereka pada dunia musik. Dengan mencari sahabat – sahabat yang mau untuk menjadi grup band mereka. Jadilah mereka sebuah grup band yang kompak. Mereka Lulus SMP dan masuk SMA yang sama.

Suatu hari, Pras bercerita kepada Koko, dia mengatakn kalau dia melihat seorang gadis yang teramat sangat cantik, dan kebetulan orang tua Pras mengenal orang tua sang gadis, dan itu merupakan kesempatan Pras untuk berkenalan dengannya. Sebuah keberuntungan bagi Pras, dia mendapatkan nama, alamat, dan nomor HP sang gadis. Nama gadis tersebut Rani. Sontak Koko kaget dan memotong pembicaraan Pras, Koko mengatakan kalau dia juga sedang melakukan PDKT dengan gadis yang juga bernama Rani.

Karena ketidaktahuan mereka kalau mereka sama – sama menyukai gadis yang sama, merekapun saling membantu untuk mendapatkan sang gadis.

Suatu hari Koko mengajak Rani untuk berjalan – jalan, tetapi Reni tak bisa karena sudah ada janji dengan orang lain, dan kebetulan Pras juga sedang berjalan – jalan bersama Rani, tanpa disadari oleh Koko. Begitu pula sebaliknya yang terjadi pada Pras, pada hari – hari berikutnya. Kejadian tersebut terjadi berulang – ulang.

Hingga suatu hari, Koko berpikiran kalu mungkin saja dia dan Pras mengincar orang yang sama. Kepercayaan Koko pada Pras-pun sedikit berkurang.

Dan suatu hari, akhirnya semuanya terkuak juga. Koko yang sedang berjalan – jalan seorang diri tidak sengaja menemukan Pras yang sedang enak – enakan berjalan – jalan dengan Rani, Sewek yang juga disukai oleh Koko.

Koko berkata sambil membentak Pras,”Pras, kamu apa – apaan sih? Kamu kan sudah tahu kalau aku suka sama Rani, Kenap kamu malah enak – enakan jalan – jalan sama dia!” ”Lhoh, kamu yang apa – apan Ko, kamu juga kan sudah tahu kalau aku juga suka sama Rani. Ini Rani yang aku maksud Ko,” balas Pras.

“ini juga Rani yang aku maksud Pras,” jawab Koko. Mereka beradu mulut, hingga akhirnya mereka dipisahkan oleh Rani.Persahabatan merekapu hancur seketika. Persahabatn yang telah terjalin sejak kecil, hancur seketika karena ketidaksengajaan mereka menyukai seorang gadis yang sama.

Rani yang baru mengetahui kalau mereka bersahabat, mencoba mencari tahu, apa penyebab pertengkaran mereka. Setelah mengetahuinya, dia mencoba menghubungi Pras dan Koko kembali.

Hari demi hari, dia mencobanya terus – menerus. Walaupun sulit, tetapi terus berusaha. Hingga akhirnya dating sebuah kesempatan, nomor HP Pras aktif. Rani langsung mencoba memberitahu Pras, kalau sebelum mereka berkenalan dengannya, dia sudah memiliki seorang kekasih. Pras kaget dan mencoba meminta maaf. Reni juga mencoba memberitahu Koko, tetapi nomor HP-nya tidak pernah aktif lagi. Akhirnya Rani meminta tolong Pras untuk mengantarkannya ke rumah Koko. Mereka dating kerumah Koko, dan berhasil menemuinya. Mereka menceritakan semuanya. Sedikit demi sedikit, perlahan tapi pasti, Koko mau mengerti. Koko meminta maaf kepada Pras dan begitu sebaliknya.

Persahabatan merekapun terjalin kembali. Bahkan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Tamat

KURSI PERINGATAN oleh Niezha x-4

Jarum jam menunjukan pukul 14.30 WIB. Murid-murid SMP AL-IRSYAD segera berkemas-kemas karena akan pulang ke rumah masing-masing. Nisa siswi kelas 3 SMP di Sekolah tersebut. Sore ini dia dan teman-temannya akan mengikuti les matematika bersama Ustdzhah Umi di sekolahan itu. Karena esok hari akan diadakan ulangan matematika di kelasnya. Dan Nisa merasa kesulitan dan belum paham tentang materi-materi yang di ajarkan oleh guru matematikanya. Lalu Nisa dan teman-temannya mengakhiri pelajaran dengan berdo’a bersama dan pulang. Siang tadi dia belum makan jadi sore ini perut Nisa keroncongan, dia ingin membeli es krim dan pizza didepan sekolahnya untuk mengisi energi kembali. Nisa meminta tolong kepada Nadia untuk menemaninya.

”Nadia,temenin aku beli jajan yuk!” seru Nisa..

”Nanti kitakan mau lez Nis, emang warungnya di mana, jauh apa nggak sih dari sini ?”tanya Nadia.

”Di depan situ, deket banget kok Nad.” jawab Nisa.

”Beneran loh...ya udah yuk.”kata Nadia sambil menggandeng Nisa.

Warung tersebut tempatnya tidak begitu jauh dari sekolah, berhubung warung tersebut ramai di padati pembeli jadi mereka berdua terpaksa menunggu giliran dengan mengantri. Sambil menunggu gilirang mereka asyik berfoto-foto ria menggunakan hp Nisa. Mereka asyik bergaya di depan kamera sambil bergurau. Mereka lupa kalau mereka

sedang berada di tempat umum dan akan mengikuti lez matematika. Mereka juga tidak sadar kalau dari tadi gerak-gerik mereka diamatin oleh pembeli lainya. Tapi mereka berdua tidak peduli dengan itu semua. Tak terasa waktu bergulir begitu cepat. Teman-teman Nisa yang mengikuti les matematika sudah masuk kelas. Dan les matematika pun sudah di mulai. Nisa dan Nadia pun datang terlambat karena terlalu lama mengantri dan berfoti-foto ria.

”Nis, kayaknya kita terlambat loh!” kata Nadia sambil ketakutan.

”Iya loh...nggak papa. Nanti aku yang bilang ke Ustadzah kalau kita berdua habis beli jajan.” kata Nisa dengan santai.

”Beneran loh, Nis.” kata Nadia sambil menyenggol pundak Nisa.

”Iya...santai aja Nad!” jawab Nisa.

Les Matematika dilaksanakan di Laboraturium IPA. Dan pintu ruangan tersebut telah tertutup. Lalu dengan buru-buru Nisa dan Nadia mengetuk dan membukanya.

”Tok...tok...tok...”

”Assalamualaikum....”seru Nisa dan Nadia kompak.

”Waalaikumsalam....”jawab seluruh teman-temanya.

”Maaf Ustadzah kami terlambat, soalnya tadi kami beli es krim dan pizza dulu di depan!” kata Nisa dengan santai.

”Oke, kali ini Ustadzah maafkan tapi kalo kalian terlambat lagi. Kalian akan mendapatkan hukuman.” kata Ustadzah Umi.

”Okey....” jawab Nisa dan Nadia kompak.

”Oh iya..ini soal buat kalian!” kata Ustadzah Umi sambil memberikan soal tersebut.

”Makasih Ustadzah..’ seru Nisa.

Nisa dan Nadia pun merasa lega. Lalu mereka duduk di kursi yang paling belakang karena semua kursi telah di tempati oleh teman-temannya. Les Matematika pun dilanjutkan kembali. Ustadzah Umi menerangkan soal-soal matematika yang sulit dengan penuh semangat. Tapi berbeda dengan Nisa yang sibuk memakan es krim dan pizzanya. Nadia yang tidak membeli apa-apa pun merasa ingin mencicipi sedikit es krim dan pizza Nisa.

”Nisa, jangan makan terus kerjain soal-soalnya. Mungkin aja soal-soal ini keluar di ulangan besok. Nisa...minta sedikit ya pizza dan es krimnya!” kata Nadia sambil senyum-senyum.

”Iya Nadia, silahkan kalau kamu mau, sebentar tinggal sedikit eman-eman kalau nggak di habisin mubadzir.” kata Nisa sambil mengunyah pizzanya.

Tiba-tiba secara tidak sengaja tangan Nadia menyenggol es krim Nisa kemudian es krim Nisa pun tumpah di kertas soal Matematika Nisa. Nisa menjadi kecewa dan kesal dengan Nadia.

”Nadia...kamu gimana sih, apa kamu nggak lihat kalo ada kertas disini?”seru Nisa.

”Maafin aku ya Nis, aku nggak sengaja, besok aku foto copy in lagi dech!” kata Nadia sambil ketakutan.

”Beneran loh, aku pegang ucapan mu. Besok kamu harus foto copy lagi soal matematikaku yang basah ini!” kata Nisa sambil meratapi nasibnya.

”Iya, maaf ya Nis kalau aku dah buat kamu marah?” kata Nadia sambil membereskan es krim Nisa yang berantakan di meja.

”Iya..jangan di ulangi lagi loch!” jawab Nisa.

Mereka berdua asyik menikmati es krim dan pizza Nisa. Sampai-sampai mereka tidak memperhatikan Ustadzah Umi yang sedang menerangkan. Padahal esok hari mereka akan melaksankan ulangan Matematika. Setelah selesai makan Nisa dan Nadia merasa kekenyangan. Saat Nisa akan menyandarkan badannya di meja belakangnya. Tiba-tiba dia terpelanting dari kursinya. Dan....GDUBRAK!!!

”Aduh, Nadia tolongin aku!” seru Nisa meminta tolong.

”Kenapa Nis, kok bisa jatuh sih!” kata Nadia sambil kebingungan.

Lalu Nadia menolongnya, seluruh teman-teman Nisa baik laki-laki ataupun perempuan menertawakanya. Apalagi ada segerombolan anak laki-laki yang dari tadi mengamati gerak-gerik Nisa pun sampai tertawa terbahak-bahak karena kelakuan Nisa yang aneh.

”Ha...ha...ha...ha...”seru teman-teman Nisa.

Nisa merasa menjadi orang yang termalu di dunia akibat perbuatnya. Badannya pun menjadi memar-memar. Dari kejadian itu dia sadar bahwa selama ini dia terlalu sombong. Karena selalu meremehkan hal-hal kecil dan tidak menghargai orang lain ynag sedang berbicara. Dan dia juga sadar bahwa dia sudah kelas 3 SMP dan akan menghadapi ujian nasional (UN). Harus lebih serius dalam belajar dan mengikuti les. Akhirnya Nisa dan Nadia saling minta maaf dan mengikuti les dengan serius. Mengerjakan soal-soal matematika bersama-sama. Malam harinya, Nisa mengulang kembali apa yang di ajarkan oleh Ustadzah Umi dan mengerjakan soal-soal yang sulit. Alhamdulillah pada waktu ulangan matematika esok hari Nisa mendapatkan nilai 98 dan Nadia mendapatkan nilai 96. Mereka berdua sangat senang dan puas oleh apa yang di perolehnya.

SAAT TERINDAH

Namaku Rasya aku tinggal bersama ayah dan ibuku .Aku juga mempunyai seorang adik dia baru berumur enam tahun ,namanya Indra.Sekarang aku duduk di kelas satu SMA.Pagi itu aku bangun kesiangan,aku segera lari dari tempat tidurku.Sepertinya aku tak sadar apa yang aku lakukan.Aku langsung beranjak pergi kesekolah tanpa menghiraukan teriakan ibuku yang menyuruhku sarapan pagi,yang aku ingat adalah jam pertama kelasku adalah pak Zaenal guru yang paling tidak suka jika murid-muridnya terlambat.Aku mengendarai sepeda motorku dengan kecepatan penuh.Ternyata yang aku khawatirkan terjadi juga.Pak Zaenal telah masuk dan mengajar di kelas kami.Beliau melihatku dengan wajah yang sangat menakutkan bagai orang yang baru tersambar petir.Aku segera mendekat kearahnya dengan langkah ragu "Maaf pak,saya terlambat "kataku dengan menyembunyikan rasa takut yang menyelimuti pikiranku.Tiba-tiba suara bagaikan petir menggelegar di telingaku "Kamu tau tidak ini jam berapa?"

"Ta…tau pak" Kataku gugup

"Sekarang juga buat surat peryataan,dan kamu tidak boleh mengikuti pelajaran saya"

"Ta..tapi pak "

"Apa mau saya tambahkan lagi hukumannya?".

Aku pergi meninggalkan ruang kelas dan mengerjakan perintah pak Zaenal.Aku duduk di koridor depan kelasku sambil mengerjakan tugas.Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang lelaki yang tak pernah kulihat sebelumnya dia menghampiriku dan bertanya

"Maaf,ruang kepala sekolah di mana ya?"

""Tinggal lurus kemudian belok kekanan dan ruangan nomor dua itu ruang kepala sekolah"

"Terimakasih"jawabnya.Kemudian dia pergi dan aku tetap menjalankan hukumanku.

Bel berbunyi,Pak Zaenal keluar dari ruang kelasku dan aku menyerahkan surat pernyataan itu.Aku segera masuk ke kelas.Bu Nuri datang bersama laki-laki yang kutemui di koridor tadi.Dan ternyata dia adalah murid baru.Dia memperkenalkan diri dan menyebutkan namanya."Nama saya Iran,saya pindahan dari Bandung" jelasnya.Arah pandangannya tertuju padaku,dia tersenyum manis kepadaku dan aku pun membalas senyumannya..Dia duduk di sebelahku "Hay…aku Iran"katanya memperkenalkan diri kepadaku "Namaku Rasya"jawabku memperkenalkan diri.Makin lama aku dan dia semakin akrab setiap aku ada masalah pasti aku akan menceritakannya kepada Iran begitu juga sebaliknya dia sering menceritakan pengalamannya ketika masih di Bandung.Aku sangat senang jika dia mulai bercerita karena menurutku seluruh ceritanya menarik dan tak membosankan.Dia juga pernah bercerita ketika terpisah dengan teman-temannya waktu camping.Dan dia juga pernah bercerita kalau dia pernah merasa kecewa kepada seorang perempuan yang telah diberi kepercayaan tetapi dia menyia-nyiakan kepercayaan itu.Jelasnya semua yang Iran ceritakan sangat menarik untukku.

Hari minggu kami berjanji akan pergi untuk merayakan hari ulang tahunku.Kami bersepakat bertemu di taman dekat sekolah.Aku datang satu jam lebih awal karena aku takut terlambat.Aku menunggu dengan tak sabar.Tetapi dia tak kunjung datang juga.Aku dengan sabar menunggu tetapi tak terlihat batang hidungnya juga.Tiba-tiba hujan turun aku menunggunya dengan harapan dia akan datang memenuhi janjinya.Tapi harapanku telah sirna aku sangat kecewa karena dia telah membohongiku.Aku akhirnya pulang dengan harapan kosong."Rasya,kenapa basah kuyup begitu?"ibu menegurku.Tapi aku tak memperdulikannya,aku langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu rapat-rapat.Keesokan paginya Iran menemuiku dan berkata"Sya,maaf kemarin aku mendadak ada latihan basket!".Aku tidak perduli apa katanya,aku pergi meninggalkan dia sendiri.Dia tetap minta maaf kepadaku.

"Apa kamu tau berapa jam aku menunggumu!"tanyaku dengan sedikit emosi

"Aku tau aku minta maaf"jawab Iran sambil menundukkan kepalanya dalam.

"Maaf,gampang sekali kamu ngomong maaf kamu kira dengan maaf rasa kecewaku bakalan ilang gitu aja?"kataku sambil meneteskan air mata yang tak dapat kubendung lagi.Aku berlari tanpa menghiraukannya.Kami duduk tanpa sepatah katapun keluar dari mulut kami.Tak terasa bel pulang sekolah berbunyi kami tetap diam membisu

Siang pun berubah menjadi malam mataharipun menghilang dan berganti menjadi bulan.Tok…tok…tok terdengar suara orang mengetuk pintu.Adikku meloncat dari sofa dan langsung membukakan pintu.

"Ka.ada teman kaka di luar!"teriak Adikku dengan suaranya yang sedikit cempreng.

"Siapa?"tanyaku.

"Tidak tau dia laki-laki dan ganteng lho…!"Aku menemuinya dan ternyata itu adalah Iran.Aku mencoba menutup pintu tetapi Iran menahannya

"Sya, tunggu dulu kita perlu bicara".pintanya kepadaku.

Aku membuka pintu dan memberikan kesempatan berbicara padaku

"Apa yang perlu kita bicarakan?"..Dia mendekat kepadaku dan memelukku dengan erat aku mencoba melepaskannya tapi dia justru memelukku lebih erat lagi.Kudengar suaranya yang lembut namun jelas menggema di telingaku"Sya,maaf aku telah menggingkari janjiku dan membuatmu kecewa,tapi sungguh aku tak bermaksud membohongimu".Air mata menetes dari kedua bola mataku.Dia melepas pelukannya dan mengusap air mata yang membasahi pipiku.Dia mengeluarkan sebuah boneka teddy bear dan sekotak kue ulangtahun.Air mataku semakin deras mengalir aku tak menyangka kalau dia akan melakukan hal seperti itu."Selamat ulangtahun!"katanya sambil memberikan boneka teddy bear kepadaku.Aku memeluknya dan berkata"Terimakasih".Hubungan kamipun mulai membaik kami kembali bersama seperti dulu bahkan lebih.

Pagi itu aku berangkat kesiangan lagi,tapi untungnya jam pertama bukanlah jam pak Zaenal.Setibanya di kelas,aku melihat tempat dudukku telah ditempati oleh Fany anak yang paling aku benci di kelas.Bagaimana tidak,dia selalu tidak setuju dengan apa yang menjadi pendapatku.Padahal setahuku aku tidak pernah punya masalah dengannya."Maaf ini tempat dudukku!"kataku halus.Tetapi dia malah tak memperdulikan apa yang aku bicarakan

"Maaf,ini bangkuku bisa tidak kamu minggir?"kataku dengan nada sedikit membentak

"He…bisa tidak ngomong yang pelan!"katanya dengan ketus

"He…aku tadi juga udah ngomong kamunya aja yang tuli!"

Bu Sintya masuk dan terpaksa aku yang mengalah walaupun terasa berat.Aku melihat Iran dan Fany begitu akrab dan tak tau kenapa aku seperti tidak rela melihat semua itu,mungkin karena biasanya aku yang selalu begitu.

Bel pulang sekolah berbunyi hujan turun dengan lebatnya."Hay..." Kata Iran mengagetkanku.

"Iran,apaan sich bikin orang kaget aja"

"Maaf,dech!eh...pulang bareng mau nggak?"

"Boleh kenapa engga"

Dia mengantarku sampai kedepan rumah.Entah kenapa aku seperti tidak mau berpisah dengannya walaupun hanya sedetik.Tapi, aku harus segera masuk ke rumah karena pasti ibu sudah menungguku karena aku pulang terlambat hari ini.Aku segera masuk kerumah dan hanya mengucapkan terimakasih padanya..Aku berfikir apakah aku telah jatuh cinta kepada Iran?Tapi tidak Iran hanyalah sahabatku mungkin itu yang membuatku selalu ingin di dekatnya.Tapi,aku binggung kalau aku melihat dia bersama dengan Fany aku aku selalu tak rela..

Hari ini adalah pertandingan basket antar SMA Iran pun ikut karena dia adalah salah satu pemain terbaik di sekolah kami.Aku sengaja datang untuk melihat permainannya.Ternyata kedatanganku tidaklah sia-sia.Tim sekolah kami yang memenangkan pertandingan itu.Aku menemui Iran dan mengucapkan selamat kepadanya

"Selamat tadi keren lho,aku ga nyangka kamu sehebat itu!"

"Gimana nanti malam kita pergi kan nanti malam minggu sekalian aku menebus kesalahanku"

"Baik nanti kamu jemput aku jam delapan okey!".

Jam delapan tepat dia sudah menjemputku,dan aku pergi

bersamanya.Dia mengajakku kesebuah café disana sudah tersedia tempat untuk kami berdua.Alunan musik yang syahdu melarutkan suasana malam itu,apalagi malam itu dipenuhi bintang yang membentuk sebuah gugusan yang indah.Memang benar kekuasaan Tuhan tiada tara.Malam semakin larut udarapun semakin dingin.Tiba-tiba Iran membuka jaketnya dan memberikannya padaku.Aku tercengang melihatnya

"Iran…!"

"Sudah pake aja udara udah mulai dingin."

Aku terdiam dan memandangnya dengan penuh heran kenapa dia melakukan itu semua.Dia mengajakku pulang karena dia sudah berjanji akan membawaku pulang tepat jam sepuluh.Seperti biasa dia mengantarku hanya sampai di depan rumah

"Ga masuk dulu?"kataku menawarkan

"Nggak,udah malem,lain kali aja!"

"Ya udah makasih,ati-ati di jalan"

Kemudian dia pulang.Saat itu aku merasa senang entah kenapa tapi aku tidak pernah merasakan kesenangan yang seperti aku rasakan saat ini.Hatiku mulai bingung apakah benar aku suka padanya ataukah hanya perasaan sebatas sahabat?

Hari ini,Iran tak berangkat padahal dia salahsatu murid teladan di kelas.Sepulang sekolah aku langsung pergi ke rumahnya karena tidak ada surat ataupun keterangan yang menjelaskan ketidakhadirannya itu.Setibanya aku di rumahnya aku lihat rumahnya sepi tak ada satu orangpun yang berada di rumah itu.Akhirnya aku pulang dengan rasa penasaran yang tak terjawab.Malam harinya aku mencoba menghubunginya tetepi tetap tidak ada jawaban.Keesokan paginya Iran masuk seperti biasa dan aku menanyakan ketidakhadirannya "Kemarin aku pergi ke Bandung" jawabnya.Tetapi yang membuatku tak percaya dia kelihatan seperti menahan sakit yang luar biasa

"Kamu sakit?"

"Nggak siapa bilang aku sakit aku baik-baik aja ko".

Tapi aku tak percaya karena terlihat jelas raut wajahnya yang menahan rasa sakit.Berulang kali kutanyakan hal yang sama tapi jawabannya pun tak berubah.Entah kenapa aku masih tak percaya apa yang dia katakan.

Nanti sore Iran akan main ke rumahku,seperti biasa,karena setiap hari sabtu kegiatan rutinnya adalah berkunjung ke rumahku.Tapi,hari ini Iran tak terlihat batang hidungnya.Aku menunggu diteras rumah dengan perasaan yang tak tentu.Apalagi dari tadi aku menghubunginya tetapi tak ada jawaban.Langit mulai mendung sepertinya akan turun hujan.Aku segera masuk ke dalam rumah.Hujan turun dengan lebatnya seperti airbah yang turun dari langit.Tiba-tiba aku mendengar suara klakson berbunyi aku membuka jendelaku dan yang kulihat adalah tubuh Iran yang basah kuyub terkena air hujan.Aku segera berlari dan membukakan pintu untuknya.

"Iran,apa yang kamu lakukan?udah tau ujan masih aja datang ke sini!"

"Sorry,aku telat tadi abis nganter Fiona!"

"Ya udah cepetan masuk"

Aku menyuruhnya masuk dan memberikan handuk hangat untuknya

"Nih pake! terus nanti kamu pake baju ayahku aja"

"Kalo gitu aku kekamar mandi dulu"jawabnya dengan rasa dingin.

Aku teringat akan novel yang akan aku pinjam darinya.Tanpa basa-basi aku membuka tasnya,kemudian aku melihat secarik kertas yang terjatuh dari tasnya.Aku segera membuka kertas itu dan ternyata isinya adalah keterangan kalau ternyata Iran menderita kanker otak stadium akhir.Aku tak percaya apa yang baru saja kubaca.Bersamaan dengan itu Iran datang.Kemudian aku menatapnya dengan air mata yang tak bisa kubendung lagi

"Kenapa kamu nggak pernah cerita sama aku?"kataku sambil mengeluarkan air mata yang membasahi pipiku ".

Dia mendekat kepadaku dan berkata "aku tak bermaksud membohongimu "

"tapi kenapa kamu nggak pernah cerita sama aku?".

Kemudian dia memelukku sangat erat lebih erat dari pelukannya waktu itu,kemudian kata-kata lirih namun jelas terdengar di telingaku "aku,ngak mau kamu sedih dan terus mikirin aku,aku bisa tegar dan terus berusaha hidup karena senyummulah yang menguatkan aku dan membuat aku yakin bahwa harapanku masih ada"

"tapi kenapa kamu harus bohong?kenapa kamu harus menyembunyikan ini semua dari aku?"jawabku

"maafin aku,mulai detik ini,aku janji nggak akan bohong lagi sama kamu"

Dia melepaskan pelukannya dan menghapus air mataku..

Keesokan harinya aku meliat Iran yang seperti biasa,seperti tidak ada sesuatu yang terjadi.Dia bersenda gurau bermain bersama teman-temannya.Tak ada sedikitpun nampak wajah seseorang yang terkena kanker,tapi entah kenapa justru aku yang menangis melihatnya.Aku tak percaya kalau Iran memiliki hati yang setegar itu.Saat itu aku sadar kalau aku tidak boleh memperlihatkan kesedihanku padanya,karena aku harus menemaninya melawan penyakit itu.Kemudian Iran melihat ke arahku.Aku mengusap air mataku dan tersenyum kepadanya.Sore harinya Iran mengajakku pergi.Tapi dia tidak mengatakan kita mau pergi kemana "Sebenernya kita mau kemana?"tanyaku "Udahlah,nanti juga kamu tau".Kami tiba disebuah bukit yang sangat indah "Kenapa kita kesini?"tanyaku

"Kamu liat nggak pemandangan dari atas sini?!"

"Dari sini kita bisa liat seluruh kota"lanjutnya.

Kemudian aku melihat sekeliling dan ternyata benar dari sana aku bisa melihat seluruh lampu di kota dan yang lebih menakjubkan lagi dari tempat itu aku bisa melihat bintang yang bersinar dilangit,

"Kamu liat bintang yang paling terang itu?"katanya sambil menunjuk kearah bintang yang paling terang

"Itu adalah bintang harapan setiap aku merasa bahwa aku sudah tak memiliki harapan lagi,aku selalu melihat bintang itu dan merasakan kalau harapan itu masih ada jika kita percaya akan hal itu"lanjutnya.

Aku menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.Aku terus menatapnya sampai-sampai keheningan mulai diantara kita berdua.Kemudian Iran mengeluarkan sesuatu yang ternyata sebuah kalung.Dia memakaikan kalung itu di leherku,aku tercengang dibuatnya

"Apa ini?"tanyaku

"Ini adalah bintang harapan kamu liat kan ada bintang dikalungnya,aku sengaja bawain itu khusus buat kamu biar kamu terus mempunyai harapan"jelasnya.

Lalu dia mengajakku pulang.

Hari ini tak seperti biasa mendung menyelimuti seluruh langit,menghalangi matahari memancarkan sinarnya kebumi.Perasaanku mulai tak tentu bayangan Iran selalu terlintas dibenakku.Aku mulai khawatir sesuatu yang buruk terjadi.Gerimis mulai turun disertai angin yang tak begitu kencang.Terdengar suara telephone berdering,kemudian aku mengangkatnya "Hallo ini siapa ya?"terdengar suara wanita yang sepertinya sedang menangis

"Ini ibunya Iran,saat ini iran sedang di rumah sakit dan terbaring koma".Aku menjatuhkan gagang telepon dan segera berlari tak perduli hujan ataupun angin topan yang akan menghalangi langkahku.Yang terpenting sekarang adalah Iran.Dengan basah kuyub aku tiba di rumah sakit.Aku melihat keluarga Iran menangis di depan kamarnya.Perasaanku semakin tak menentu aku segera menanyakan sebenarnya apa yang telah terjadi"Tante,sebenarnya ada apa?Iran nggak kenapa-napa kan?".Tapi tak ada satu jawabanpun kudengar,hanya isak tangis yang menjadi jawaban atas semua pertanyaanku tadi.Aku masuk ke dalam kamar Iran dirawat.Tapi,apa yang aku lihat hanya sesosok tubuh yang terbujur kaku dan tertutup kain putih.Aku mendekati tubuh itu dan membuka kain putih itu.Dan ternyata itu adalah Iran.Air mata mengalir deras dari kedua mataku. "Iran bangun,ayo bangun!"kataku "Kenapa kamu selalu bohong sama aku,kamu janji kamu nggak akan bohong lagi sama aku.tapi kenapa kamu bohong lagi?kamu pernah bilang kalau kamu akan terus ngejagain aku,tapi apa kamu malah pergi gitu aja".Air mataku terus mengalir seperti tak bisa dihentikan lagi."Ran,kamu inget nggak waktu pertama kali kita ketemu kamu nanya ke aku dimana ruang kepala sekolah,waktu itu aku lagi dihukun sama pak Zaenal,guru yang paling kita benci.Terus,kamu masuk ke kelas dan duduk disebelahku.Aku juga pernah marah ama kamu gara-gara kamu nggak datang ke taman waktu aku ulang tahun.Ran kamu inget kan?"ceritaku sambil mengeluarkan air mata yang tak kunjung berhenti.Sesaat kemudian dua orang suster membawa Iran pergi.Tapi,aku tidak bisa melakukan apapun yang aku bisa hanyalah melihat mereka membawa Iran pergi meninggalkan aku sendiri di kamar itu.Pandanganku tetuju pada secarik kertas yang tergeletak di atas meja.Ku buka kertas itu dan ternyata itu adalah surat yang Iran tulis untukku.

Untuk Rasya

Mungkin saat ini kamu benci banget sama aku,karena aku udah bohong sama kamu.Tapi,aku aku lakuin itu semua biar aku nggak kehilangan senyuman darimu,karena senyuman itulah aku dapat bertahan dan tegar melewati semua ini.Aku nggak tau apa yang akan terjadi kalau aku certain semuanya dari awal mungkin aku nggak akan bertahan sampai saat ini.Aku juga minta maaf aku udah nggak bisa jaga kamu karena mungkin pertemuan kita hanya sampai ini aja,tapi kamu nggak usah khawatir,walaupun dunia kita udah beda,tapi aku akan selalu ada di dalam hati kamu.Dan akan selalu ada.Jadi,kamu harus tetep tersenyum untukku dan semua orang.Jadilah Rasya yang tegar dan nggak mudah putus asa.Dan aku juga mau berterimakasih sama kamu karena kamu udah memberikan makna hidup yang sesungguhnya sama aku.Walaupun hidupku tak sepanjang orang lain.Sekali lagi terimakasih.AKU SAYANG KAMU

IRAN

Setelah aku membaca surat itu aku sadar bahwa perjalanan hidupku masih panjang.Dan yang aku harus tau bahwa Iran akan selalu menemaniku setiap saat.Terimakasih Iran.Engkau tak akan ku lupakan sampai kapanpun.Aku janji.