Custom Search

Selasa, 03 Februari 2009

CERPEN TAUFIK X-4

Jack 21 tahun, adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Ibu Kota. Jack dengan nama lengkap Jack Frances telah memasuki semester kedua di universitasnya sebagai calon insinyur pada bidang tekhnologi di Universitas Widya Jaya Tekhnologi. Ya, dia memang masih tergolong baru di kampusnya.

OSPEK

Teringat cerita Jack sewaktu Jack masih OSPEK. Tak ada canda juga tak ada tawa sedikitpun. Memang ada sedikit perbedaan pada OSPEK angkangkatan Jack. Pada saat itu, ia diharuskan memakai baju layaknya seorang gelandangan. Kanan-kiri depan-belakang baju Jack sobek dan tak karuan. Mungkin Ia yang paling menderita waktu itu. Semua teman Jack tak ada yang berpenampilan seperti itu. Tak terkecuali Yoseph. Bahkan Yoseph memakai jas dan berdasi pula.
Bertambah malanglah nasib Jack ketika ia ditertawakan pada saat rapat dosen di Aula tertutup. Ceritanya, karena Jack tidak tahu dimana ruang kelasnya, ia langsung buka pintu tanpa pikir panjang.
"Hei Gembe!! Sedang apa kau? Pergi sana! Ini bukan tempatnya orang seperti kamu."ujar salah seorang dosen bernama Pak Yanu.
"Iya Pak, Maaf!" jawab Jack
Mungkin kebanyakan orang di ruangan itu sependapat dengan ucapan Pak Yanu. Terkecuali Pak Anam. Ia tak berkata seucappun ketika kejadian memalukan itu berlangsung. Lengkap sudah penderitaan Jack ketika OSPEK satu tahun yang lalu.
"Oh Tuhan. Kenapa nasibku jadi begini? Apakah ini yang dinamakan kuliah? Mungkin benar apa kata Kakek dulu." keluh Jack
Dia berkata seperti itu karena Ia teringata akan pesan kakek. "Kalau kamu ingin jadi insinyur. Kuliahkan dulu batinmu. Baru kau boleh kuliahkan ragamu." pesan kakek dulu.

2 Tahun Kemudian

Jack menjadi lebih dewasa dan mulai mengerti apa yang kakek katakan kepadanya. Ia telah menempuh semester yang ke-6 dengan cukup memuaskan. Baik dari segi nilai maupun penerapan.
Desember 2002. disaat Universitasnya berulang tahun yang ke-50. Diadakanlah lomba desain blog antarmahasiswa se-Jawa & Bali.
Kebetulan, dosen kesayangan Jack, Pak Anam memberikan support yang lebih padanya. Mungkin Ia percaya bahwa Jack merupakan mahasiswa berbakat. Sebuah laptop canggih dipinjamkan Pak Anam pada Jack. Betapa senangnya Jack mendengar ucapan ini.
"Kamu sebenarnya punya bakat yang lebih, tapi karena kondisi keluarga dan lingkungan universitas ini Bapak rasa kamu sangatlah tertekan. Sekarang ambil Laptop di ruangan Bapak dan buktikan kamu bisa."
"Waduh Pak, jadi gak enak. Tapi, terima kasih banget ya pak. Saya akan buktikan bahwa aku pasti bisa. Saya minta doa dan restu bapak."
"Iya. Bapak akan selalu mendoakan kamu."

Beban Seorang Calon Insinyur

Sepintas Jack merasa terbebani oleh amanat Pak Anam. Dia selalu berpikir bagaimana bisa dia jadi juara sedangkan di rumah saja ia selalu tertekan oleh sikap ibu tirinya. Jack diharuskan membantunya menjaga butik warisan kakeknya. Namun, karena tekad Jack yang kuat, ia tetap melanjutkan kuliahnya dengan berbagai alasan.
"Kamu harus Bantu Ibu. Untuk kuliah belakangan saja."
"Tapi Bu…"
"Ah. Tidak usah membantah. Ini perintah Ibu."
"Sudah Bu. Sudahlah!! Biarkanlah anak kita menentukan jalan hidupnya sendiri. Toh, Jack sendiri yang kelak menanggung akibatnya." bantah Ayah Jack.
"Ya udah kalau Ayah lebih suka Jack. Terserah lah!"
"Ayah. Terima kasih ya."
"Iya nak, yang penting kamu kuliah yang bener. Biar tetap sukses dan cita-citamu tercapai."
"Iya Ayah"
Setelah mendengar ucapan Ayah, Jack segera pergi ke kamar. Jack merenung sejenak. Dalam benak hatinya ia selalu bertanya. Apakah aku bisa? Apakah aku bisa jadi insinyur? Apakah aku bisa jadi juara nanti?
Namun, tak lama kemudian...

Sifat Keremajaan Jack

"Iya halo!?"
"Halo Jack. Lagi ngapain?"
"Oh, Rina. Ini aku lagi bingung."
"Kenapa?"
"Pak Anam memberi amanat padaku besok pada bulan Desember aku harus jadi juara. Tahukan bulan Desember itu bulan yang istimewa bagi kampus kita."
"Oh gitu. Wah bagus donk. Aku jadi senang mendengarnya."
"Memang kenapa? Perasaan biasa aja."
"Kamu gak ngerti aja. Gak sembarang orang loh dikasih amanat oleh Beliau."
"Oh ya? Trus aku mesti gimana?"
"Aku percaya kamu pasti bisa."
"Tapi…"
"Jack kamu pasti bisa!"
"Mmm..OK deh. Aku pasti bisa."
"Gitu donk"
"Doain ya Ren?"
"So pasti donk."
"Oya Ren. Uadah dulu ya. Aku mau mulai desain blog sekarang."
"Ya udah. Belajar yang tekun ya Jack. Semoga jadi juara! Dah…"
"Dah…"
Begitulah sifat Rina. Dia adalah teman baru Jack dan kebetulan masih satu kampus. Rina tak henti-hentinya memberikan dukungan kepada Jack. Mungkin selain karena wajah Jack yang begitu memikat para wanita, ketulusan hati Jack lah yang membuat Rina jatuh cinta padanya.
Hal inlah yang membuat sifat keremajaan Jack berkembang sangat pesat.

Desember Tiba…

"Saudara-saudara dan para mahasiswa yang saya hormati. Pada hari ini tepatnya tanggal 10 Desember 2002 disaksikan oleh Rektor kita beliau Bapak DR. Ir. Suwarno Ar-Razak, S.Kom kita sambut dengan meriah Lomba Desain Blog se-Jawa & Bali."
Teng…teng…teng
"Sekarang kita saksikan Blog dari peserta dengan nomor urut 001 atas nama Jack Frances."
Begitulah sekilas acara pembukaan yang akan menjadi tolak ukur kemampuan Jack selama dua tahun lebih ia berkuliah.
Sungguh luar biasa. Jack dapat menampilkan dua bahkan tiga Blog sekaligus dalam waktu yang cepat dan dengan desain yang begitu indah.
"Saudara-saudara tiba saatnya saya bacakan juara umum Lomba Desain Blog se-Jawa & Bali. Juaranya ialah peserta dengan nomor urut 001 atas nama Jack Frances."
"Apa!! Aku juaranya. Aku jadi juara?? Aku bisa??"
"Selamat ya Jack. I love you."sambut Rani
"A...Apa? Kamu bilang apa?"
"I love you."
Betapa senangnya hati Jack setelah ia mendapat dua kebahagiaan sekaligus. Juara desain Blog dan mendapatkan wanita idamannya.

Wisuda Jack

Ketika itu, 15 Februari 2003 Jack menerima gelar Sarjana Muda dari Universitas Widya Jaya Tekhnologi. Nama Jackpun mulai ada embel-embelnya Jack Frances, S.Kom.
Dengan wisuda Jack, ibu tirinya telah memahami betapa besar salahnya melarang Jack untuk kuliah. Sekarang Ia tahu kalau kuliah merupakan hal yang teramat penting sebagai awal karir.
"Jack."
"Iya Bu."
Maafkan Ibumu ini ya. Selama ini Ibu tak percaya pada kamu."
"Taka pa Bu, yang penting sekarang kita bisa hidup bahagia."
"Ngomong-ngomong, mana Rani Bu? Katanya Ibu bersama dia."
"Rani sekarang…"

Kesedihan Jack

"Rina sekarang ada di Singapore untuk menjalani cangkok ginjal."
"Apa!! Jangan bohong bu?"
"Tenang nak."
"Tapi kenapa Ibu tidak menceritakan ini semua sebelumnya? Kenapa Bu? Kenapa?"
Jack amat terpukul atas kepergian kekasihnya. dua bulan terakhir Ia tak bersemangat. Namun…

Tak Terduga

Tepat pada perayaan ulang tahun ke-25. Jack amat terkejut ketika dosen kesayangannya hadir meramaikan acara itu.
"Tutup matamu Jack." perintah Pak Anam
"Iya Pak."
"Sekarang maju tiga langkah dan buka matamu!"
"Satu, dua, tiga."
"Hai…!! Selamat ulang tahun sayangku."
"Rani!? Kamu …"
"I miss you Jack."
"I miss you too Rani."
"Suatu kebahagiaan aku bisa bertemu kamu lagi. Terima kasih Tuhan."
"O iya nak Rani. Bapak telah mempersiapkan acara lamaran Jack dengan kamu."
"Sungguh Yah?" Jack terkejut
"Iya Jack. Pada malam ini juga kamu akan melamar Rani sebagai calon istri kamu." jawab Ibu tiri Jack.

Ending…

"Pada hari ini, Jumat 15 Maret 2004 saya nikahkan anak saya Jack Francese dengan Rani Setya Asih dengan mas kawin berlian dan seperangkat perhiasan mewah."
"Saya terima dengan jawaban sah?"
"Sah..sah..sah." jawab para saksi.
Akhirnya Jack dapat juga menikah dengan wanita idamannya. Sekarang Jack tinggal berusaha meraih cita-citanya. Yaitu seorang Insinyur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar