Custom Search

Selasa, 03 Februari 2009

MUSIK DAN CINTA OLEH Yopi X-1

Suatu hari ada seorang remaja yang bernama Ryan. Ia hidup bersama ibu dan satu kakanya. Ayahnya tlah tiada sejak ia kecil. Mereka hidup sederhana. Ibunya seorang guru dan kakanya seorang mahasiswa. Sekarang Ryan menginjak kelas satu SMA, tepatnya SMA N 5 Jakarta. Setiap hari ia selalu membantu orang tuanya dan mengaji. Ryan sangat aktif dalam organisasi. Dia juga jago sekali bermain alat musik gitar, bernyanyi, dan mempunyai grup band. Alfa adalah nama bandnya. Saat ulang tahun SMA N 5 Jakarta, ia ditugaskan oleh ketua OSIS untuk menempelkan poster pemberitahuan lomba Mapel. Ketika itu juga, ia tak sengaja menabrak seorang perempuan.
”Duh sori gua ga sengaja.”
”Eh jalan pake mata dunk.”
Dengan emosinya si perempuan menjawab dan mereka saling memandang. Tidak tahunya si perempuan itu teman SMP Ryan dulu. Sebut saja Rafinda seorang anak konglomerat. Dulu mereka sempet pernah saling suka.
”Eh Finda, sori ya aku ga sengaja, sekarang kamu dimana”.
”Mmm... ku didepanmu lah,ga liat pa?he..he.. becanda, aku di SMA 2 Jakarta?klo kamu dimana?”
”Ku di SMA 5 Jakarta.”
Ryan dan Finda mengobrol dengan ramahnya.
Meraka asyik sekali ngobrol-ngobrol, sampai-sampai mereka tidak sadar hari sudah menjelang sore. Tiba-tiba mobil jaguar ungu lewat. Ryan pun bergegas pergi. Ia malu,kalau dia ngobrol dengan oarang konglomerat seperti Finda.

Malam harinya, Ryan mencoba menelpon nomor Finda yang dulu. Kebetulan sekali nomor itu masih aktif. Tapi Ryan sangat gugup.
”Tut...tut......tut.....”
”Halo asalamua’laikum,ni siapa ya?”
”Iiiini aku Ryan.”
”Oow Ryan, ada apa yan. Tumben nih telpon aku. Kirain dah lupa sama aku.”
Hari demi hari telah terlewati, setiap malam Ryan berkomunikasi lewat telepon dengan Finda. Sampai-sampai mereka janjian disebuah cafe. Ryanpun harus berpakaian rapi dan banyak mengeluarkan uang. Saat di cafe mereka keliatan begitu mesra. Tiba-tiba seutas kata dari Ryan terucap.
”Finda, jujur...aku masih sayang sama kamu. Tapi ku malu sama kamu, karena ku hanya anak seorang guru dan ayahku tlah tiada.”
”Ryan, kamu jangan minder gitu. Tetep semangat buat menggapai apa yang kamu pengin. Jujur, aku juga masih sayang sama kamu. Aku pengin, kita bersama lagi.apa kamu mau?”
Hati Ryan dag dig dug. Ia tidak sanggup berbicara satu katapun. Dia hanya menundukan kepala, yang artinya dia mau. Akhirnya meraka bersama lagi.

Setiap hari Finda selalu mengantar dan menjemput Ryan ke sekolah. Sampai-sampai Ryan di ejek oleh Roy, teman sekelasnya yang anak konglomerat dan paling tidak senang dengan Ryan.
”Wuez...wuez...wuez..., mobil baru nich..., biasanya naik motor sekarang naik jaguar. Enak ga, ada Acnya?wk..wk..wk..”
Tiba-tiba ada seorang perempuan yang membela Ryan. Sebut saja Tian. Tian adalah teman Ryan dan penyanyi yang sudah terkenal sekali.
”Heh Roy, loe jangan gitu ke Ryan. Walaupun dia sederhana, tapi hati dia ga busuk. Ga kaya kamu.”
”Heh loe Tian, kenapa loe bela Ryan, masih cakepan gua dan kaya gua kan? Ga ada yang bisa nandingin dan ngehalangin gua.”
”Pokonya gua ga peduli, klo loe berani lagi ngejek Ryan dan ngejailin dia, gua ga segan-segan buat lapor ke guru BK.”
”Ah.. masa bodo, gua ga peduli. Loe jangan ngatur-ngatur gua ya, loe bukan sapa-sapa gua.”
Tiba-tiba bel bebunyi dan meraka akhirnya bubar. Sekitar jam 13.30 WIB bel tanda akhir sekolah hari ini berbunyi. Tian dan Ryanpun menuju ke pintu gerbang bersama-sama.
”Yan, loe kan punya grup band. Kenapa loe sama grup band loe ga buat album aja. Lumayan, misal lagu loe bagus, sapa tau ada orang yang minat buat jadiin grup band loe terkenal.”
”Bener juga ya, ya udah lah ntar gua sama grup band gua pertimbangin.”
Kurang dari 15 menit Finda menjemput Ryan dengan mobilnya.
”Tin..tin..tin..”
Ryan pun menuju ke mobil itu dan berpamitan dengan Tian. Hebohlah teman-teman. Mereka bertanya-tanya kenapa dia bisa pulang dengan mobil jaguar ungu. Malam harinya Ryan dan teman grup bandnya berkumpul. Tak lupa Ryan mengusulkan ide Tian itu.
”Eh bro, gimana klo kita bikin album gitu. Sapa tau aja kita bisa terkenal.”
”Wah...ide keren loe, dapet dari mana loe yan.”
”Tadi pas pulang skul Tian ngomong gitu ke gua.”
”Tian penyanyi terkenal itu. Wuez, dekat juga loe” Sela Adi (gitaris bandnya).
Mereka berunding sangat lama, dan akhirnya mereka mumutuskan untuk memubuat lagu yang akan dialbumkan. Tentu saja mereka harus berpikir lebih banyak. Selain pealajaran disekolahnya, mereka juga harus memkirkan masa depan band mereka.

Bulan demi bulan berlalu, hubungan Ryan dan Finda semakin mesra. Akhirnya bandnya Ryan telah selesai untuk membuat lagu. Suatu hari ada seleksi untuk manggung bareng D’massive. Band papan atas Iindonesia. Grup band Ryanpun menggarap lagu buatannya. Saat pengumuman seleksi, hati Ryan dan teman grup bandnya dag dig dug.
”Pemenang untuk manggung bareng D’massive adalah.....Alfa band”
” Hore....hore...” Dengan senangnya mereka.
Tiga hari setelah itu, band mereka tampil dengan D’massive dan membawakan lagu mereka. Setelah acara usai, tiba-tiba ada seseorang memakai jas hitam dan menghampiri Ryan dan teman grup bandnya.
”Kenal kan, saya producer Musik For U. Saya sudah liat penampilan dan lagu-lagu yang kalian buat. Menurt saya perfomen kalian sangatlah bagus, oleh karena itu saya bermaksud untuk mengajak kalian rekaman dan insaya Allah bisa launching.”
Dengan bengongnya dan senang mereka hanya bisa menundukan kepala.

Matahari telah terbit kembali, Ryanpun harus berangkat sekolah. Tak lupa Vinda kerumah Ryan. Sesampai dirumahnya dia hanya bisa menunggu didepan rumah. Karena Ryan belum cerita dengan orangtuanya, begitu juga dengan Vinda.
”Ryan, itu siapa. Kok hampir tiap hari dia kesini.”
”Mah ku berangkat dulu ya.. Asalamu’alaikum.”
Ibu Ryan bertanya, namun Ryan tak menjawabnya dan langsung berangkat.
”Mah, maaf ya, Ryan belum bisa cerita sekarang.” Ryan mengatakan di dalam hati.
Saat perjalanan kesekolah, Ryan menceritakan kejadian kemarin kepada Vinda. Vinda pun sangat mendukung. Namun Ryan binggung akan dua hal. Pertama dia belum cerita tentang Vinda, kedua dia juga belum cerita tentang Bandnya itu. Ryan tahu, kalau ibunya itu tak mendukung sama sekali kalau Ryan menjadi anak band. Ibu Ryan ingin anak-anaknya sukses bukan karena populer, namun karena akal dan pikiran. Sampailah Ryan disekolah. Namun seperti biasa, Roy tidak bosan-bosan mengejek Ryan. Hati Ryan semakin panas, dengan tidak terkontrolnya dia memukul Roy. Perkelahianpun dimulai. Tapi datanglah Tian bersama guru BK. Ryan dan Roy dibawa ke ruang BK. Disana mereka dimarahi oleh guru, sampai bel akhir sekolah berbunyi. Untung saja guru BK sudah tahu kalau Ryan tidak seperti itu.
Seperti biasa Vinda sudah siap untuk menjemputnya. Hari ini dia akan mengenalkan Ryan ke orang tua Vinda.
”Yan, kenapa muka kamu agak bengkak. Jawab jujur.”
”Gini Vinda, aku abis berantem sama Roy. Dia slalu ngejekein aku. Saat itu emosi aku tak terkontrol. Aku engga sengaja mukul dia. Terus kita berantem dan dilerai sama guru BK.”
”Emang kamu diejek apa sama dia.”
”Aku diejek pacaran sama kamu. Karena kamu anak orang kaya.”
”Ryan, lain kali kamu pikirin sebelum kamu bertindak. Siapapun yang mengejek kamu, kamu engga boleh emosi. Aku sayang sama kamu dan kamu jangan ngerasa minder bersama aku. Yang penting kita saling menyayangi.”
Vinda menanyakan ke Ryan kenapa muka dia sedikit bengkak.
Sekitar 20 menit, mereka sampai dirumah Vinda. Tak lupa Vinda mengenalkan Ryan. Namun dirumah Vinda hanya ayahnya saja yang sedang dirumah. Kakanya sedang kuliah dan Ibunya sedang bekerja.
”Papah....kenalin ni cowo yang aku sering ceritain. Namanya Ryan.”
”Ryan om” dengan ramah Ryan memperkenalkan dirinya
”Ayahnya Vinda” beliaupun ramah menjawabnya.
”Om, keliyatannya lagi sibuk nih. Saya ganggu engga om.”
”Engga apa-apa ko. Ini laptop om kena virus.”
”Oh kena virus om. Boleh saya bantu engga? Kebetulan saya pernah kursus di tekhnik komputer.”
”Bener pah, dia SMP dah kursus komputer lho.” Sela Vinda
”Oh, ya sudah, sini bantu om.”
Dengan keahlian Ryan, dia pun mengotak-atik lapto ayah Vinda dan berhasil menghilangkan virusnya. Selang 30 menit Ryan berpamitan untuk pulang. Saat itu juga Ibunya Vinda pulang, namun oleh-oleh yang banyak. Tanpa disuruh Ryan menolong barang bawaan ibunya Vinda.
”Sini tante saya bawakan.”
”Oh terimakasih mas.”
”Mah, kenalin dia Ryan. Cowo yang aku sering ceritain itu lhow?” Sela Vinda lagi.
”oh... ni Ryan. Sini masuk.”
”Maaf tante Ryan mau pulang.”
”Ya udah ati-ati ya?”
Sesampai dirumah Ryan, Hpnya berbunyi, tanda ada telpon. Dia mengangkat telpon itu.
”Halo Asalamua’laikum” Ryan memberi salam.
”Apa ini benar Ryan vocalis band Alfa”
”Iya benar, ini siapa?”
”Ini saya Poducer Musik For u itu.”
”Oh iya bapak, ada apa ya pa?”
”Gini, entar malam kalian ke studio saya. Kita akan rekaman malam ini juga saya tunggu jam 7 malam ya?”

Ryan menelpon ke semua teman grup bandnya untuk kumpul. Pada saat jam 7 juga ia berangkat. Namun Ryan beralasan ke ibunya, kalau dia akan kerja kelompok.

Waktu sudah berlalu sangat lama. Bandnya pun sudah menjadi terkenal. Bukannya masalah sudah terselesaikan, namun masalah di kehidupan Ryan semakin banyak. Pertama ibunya dibawa kerumah sakit karena beliau sakit dan selama ini Ryan berbohong ke ibunya, kedua hubungan Vinda dan Ryan telah berhenti karena salah paham antara Ryan dan Tian, dan ke tiga semakin banyaknya isu yang tidak benar akan grup bandnya. Ryan dan teman grup bandnya sangat setres. Sampai pada suatu malam, Ryan memimpikan ayahnya.
”Ryan, kau jangan menyerah. Ini semua cobaan hidup kamu. Teruslah bertahan dan maju.”
Saat itu juga Ryan berusaha menyelesaikan masalah-masalah itu. Pertama dia harus ke Ibunya.
”Mah, maafin Ryan ya. Selama ini Ryan engga pernah jujur ke mamah tentang band dan Vinda cewe Ryan dulu.”
”Iya nak, engga apa-apa. Maafin mamah juga ya, selama ini mamah buat Ryan tertekan. Mulai saat ini mamah akan ngijinin Ryan buat berapresiasi dalam seni. Terus maju ya nak. Mamah semakin hari sudah semakin tua, mamah pengin kamu bahagia. Kamu juga jangan lupa mikirin pelajaran.”
”Iya mah, Ryan juga engga akan lupa akan pelajaran. Ryan janji cita-cita yang mamah pengin akan terwujud.”

Air mata mereka saling keluar. Betapa tidak sedihnya Ryan. Ayahnya tlah tiada saat sakit juga. Dia berpikir kalau ibunya juga akan sama seperti ayahnya. Dia slalu memikirkan ibunya dan Vinda. Ketika itu juga dia meluapkan emosi kesedihannya dengan membuat beberpa lagu. Teman grup bandnya dengan bantuan menejer bandnya mengalansemen lagu itu tak disangka album ke-2nya melunjak tinggi. Penjualan album ke-2 itu lebih banyak dari pada album ke-1.

Suatu malam, ada jadwal manggung di Bandung. Acara itu merupakan acara manggung dan wawancara band mereka. Penampilan mereka sangat bagus, sampai menggugah seni di Bandung. Saat wawancara, Ryan mengungkapkan kenapa dia membuat lagu seperti itu dengan cepat.
”Buat Alfa lover’s, kita ucapin makasih banget. Karena kalian bisa dukung kita ini. Kenapa kita bikin lagu ini dengan cepat, karena saat ini gua banyak sekali masalah. Masalah-masalah itu, gua luapin ke lagu-lagu ini.”

Tepat tanggal 7 Desember Rafinda Ulang tahun. Tahun 2010 ini dia berumur 17 tahun. Oleh karena itu Vinda merayakan sangat meriah. Ryan bingung, karena dia tak diundang. Mungkin karena Vinda masih marah dengannya. Namun Ryan berusaha keras untuk datang ke acara itu. Dengan bantuan orangtua Vinda, dia boleh datang, namun bukan sebagai tamu, tapi sebagai pengisi acara. Pukul 19.00 WIB acara itu dimulai. Begitu juga penampilan Ryan dimulai.
”Selamat malam para hadirin. Disini gua akan nyanyikan sebuah lagu. Lagu ini gua persembahin buat orang yang gua SAYANGI dan CINTAI.”
Dengan PD dan mengeluarkan sedikit air mata dia menampilkan yang terbaik. Para tamu, keluarga Vinda, dan Vinda pun terpesona. Bagaimana tidak terpesona, Ryan adalah vocalis band Alfa yang sudah terkenal, dan menyanyikannya dengan sepenuh hati. Disaat ulang tahun ke-17nya Vinda, Ryan mengungkapkan rasanya kepada Vinda.
”Vinda, AKU MASIH SAYANG DAN CINTA SAMA KAMU” Ryan teriak sekera-kerasnya.
Vinda terharu akan lagu yang dibawakannya dan pengorbanan Ryan.
Dengan tegas dia menjawab.
”Iya, aku juga SAYANG kamu Ryan.”

Akhirnya Vinda dan Ryan kembali lagi. Kondisi Ibunya Ryan juga sudah stabil. Beliau sudah sembuh total. Masalah-masaalh itu kini telah terselesaikan. Ryan dan Vinda direstui untuk saling mencintai oleh Ibu Ryan dan orang tua Vinda. Sampai saat ini, mereka sangat senang. Sungguh besar sekali pengorbanan Ryan. Tak lupa dia mengucapkan terimakasih kepada Ayahnya dan Tian.

1 komentar:

  1. musik ya musik za ga usah bawa2 cinta......


    slm...

    BalasHapus